gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Tidar Kaltim Kecewa Tak Diizinkan Ikut Pemilihan Ketua KNPI Kaltim di Balikpapan

Ketua Tidar Kaltim, Akhmad Reza (ist)
banner 728x250

BALIKPAPAN – Musyawarah Daerah (Musda) XIV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Timur yang digelar di Balikpapan pada Sabtu (20/9/2025) menyisakan polemik. Organisasi Kepemudaan (OKP) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kalimantan Timur dikabarkan tidak diperbolehkan masuk ke dalam forum pemilihan Ketua KNPI Kaltim.

Informasi ini sontak memicu reaksi dari Ketua Tidar Kaltim, Reza Fachlevi. Ia merasa heran dan kecewa karena organisasinya memiliki legitimasi sebagai salah satu OKP yang berada di bawah naungan KNPI.

“Melalui sambungan video call WhatsApp dari salah satu peserta Musda, saya mempertanyakan langsung alasan mengapa Tidar tidak diperkenankan mengikuti proses pemilihan. Padahal jelas Tidar punya hak sebagai peserta sah,” ungkap Reza.

Tidak hanya itu, Reza juga menyampaikan kekecewaannya melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menegaskan sikap resmi Tidar Kaltim dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kaltim yang juga merasa diperlakukan tidak adil.

“Saya atas nama Ketua Tidar Kaltim dan BKPRMI Kaltim dengan ini menyampaikan rasa kecewa atas kurang terbukanya Musda KNPI Kaltim XIV di tahun 2025 ini,” tulis Reza.

“Tidar dan BKPRMI Kaltim merupakan salah satu OKP yang tegak lurus berada di bawah naungan KNPI versi Ryano Panjaitan,” sambungnya.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan masih adanya ego sektoral di tubuh KNPI Kaltim yang justru menghambat persatuan pemuda di daerah.

“Hal seperti inilah yang sulit untuk bersatunya pemuda di Kaltim melalui KNPI, karena ada ego di antara masing-masing,” tegasnya.

Sejumlah pengurus Tidar Kaltim yang dihubungi media ini juga mengungkapkan hal serupa. Mereka menilai Musda seharusnya menjadi ruang demokrasi pemuda, bukan malah menutup ruang partisipasi OKP yang sah.

Baca Juga  Renovasi Musholla dan Pengabdian untuk Masyarakat Jadi Rangkaian KKM Mahasiswa Fakultas Teknik Untag Samarinda

“Kalau memang ada masalah administrasi atau teknis, seharusnya disampaikan secara terbuka. Jangan sampai kesannya ada upaya membatasi,” ujar salah satu kader Tidar yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini pun menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pemuda Kaltim. Pasalnya, KNPI dikenal sebagai wadah berhimpun berbagai OKP dengan semangat persatuan. Namun, kejadian ini justru memperlihatkan adanya fragmentasi yang dikhawatirkan bisa memperlebar jurang perpecahan antarorganisasi pemuda.

“Harapan kami sederhana, KNPI harus menjadi rumah besar semua pemuda tanpa diskriminasi. Kalau masih ada perbedaan perlakuan, bagaimana mungkin kita bisa berbicara soal persatuan?” tutup Reza.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI yang turut hadir dalam forum Musda. Pihak panitia pelaksana juga belum memberikan keterangan terkait alasan Tidar Kaltim tidak diberi akses untuk ikut dalam forum pemilihan Ketua KNPI Kaltim tersebut. (Ahmad/Redaksi)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *