gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Libatkan Mantan Duta Budaya Berau, Organisasi dan Aparat Bereaksi Keras

banner 728x250

BERAU – Sebuah kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan anak di bawah umur kembali mengguncang Kabupaten Berau.

Terduga pelaku ialah seorang pria berinisial AR (25), yang sebelumnya dikenal sebagai Runner-up I Duta Budaya Berau tahun 2022 sekaligus anggota Pramuka Kwartir Ranting Tabalar, kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah dilaporkan melakukan tindakan pelecehan seksual yang merupakan perbuatan tidak senonoh terhadap sejumlah korban.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Berau, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa perbuatan AR bertentangan dengan nilai-nilai gerakan pramuka.

Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik organisasi, tetapi juga mengkhianati komitmen moral yang dipegang setiap anggota.

“Tindakannya harus dipertanggungjawabkan di mata hukum, dan apa yang ia lakukan sangat tidak mencerminkan perilaku seorang pramuka,” tegasnya.

Syarifatul menjelaskan bahwa AR memang tercatat sebagai anggota di tingkat ranting, namun bukan merupakan pengurus cabang. Ia memastikan bahwa yang bersangkutan otomatis dinonaktifkan selama proses penyelidikan berlangsung.

“Selama penyelidikan berjalan, ya jelas nonaktif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi para korban agar dapat memulihkan trauma.

“Semoga mereka mendapatkan pendampingan untuk menghilangkan rasa trauma,” terangnya.

Dari sisi kebudayaan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, turut merespons kasus tersebut. Ia membenarkan bahwa AR pernah menjabat sebagai Wakil I Duta Budaya Berau 2022, tetapi sudah tidak lagi aktif dalam organisasi terkait.

“Benar, ia adalah runner-up Duta Budaya 2022. Namun sekarang sudah tidak aktif di asosiasi,” ungkapnya.

Ilyas menyesalkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tindakan teduga pelaku AR tidak dapat ditoleransi.

“Kami sangat menyesalkan dan mengutuk kejadian tersebut. Ini menjadi peringatan agar semua lebih waspada,” katanya.

Baca Juga  Kasus HIV/AIDS di Berau Naik Tajam, Dinkes Soroti Rendahnya Kepatuhan Pengobatan

Ia juga mengingatkan seluruh duta budaya mengenai tanggung jawab moral mereka.

“Jaga diri dan nama organisasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, mengonfirmasi bahwa penyidik saat ini tengah melakukan pendataan korban di Kecamatan Tabalar.

“Informasi sementara terdapat 18 korban,” jelasnya.

Ia menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Pihaknya meminta masyarakat menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.

“Yang jelas semua korban berada di bawah umur,” tandasnya. (Redaksi)

banner 728x90