gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Kasus Dugaan Penyimpangan Seksual di Tabalar Kian Mengemuka, Polisi Perluas Penelusuran Korban

Ilustrasi Kekerasa Seksual (ist)
banner 728x250

BERAU — Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan seksual yang menyeret nama mantan Duta Budaya Berau sekaligus eks Pejuang Sigap dan Ketua Pokdarwis di Kecamatan Tabalar terus meluas. Hingga saat ini, kepolisian telah menemukan 17 korban, namun jumlah tersebut diyakini baru sebagian kecil dari keseluruhan korban.

Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, menjelaskan bahwa pendataan korban masih dilakukan secara intensif oleh tim Opsnal yang bekerja sama dengan Polsek Tabalar. Para penyidik, katanya, bergerak menelusuri informasi dari berbagai lokasi karena sebagian korban telah pindah ke daerah lain.

“Sejauh ini terdata 17 korban dari kalangan pelajar. Tapi kami prediksi angka itu bisa bertambah mengingat beberapa korban sudah menyebar ke luar Tabalar,” ujarnya.

Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki. Ada yang sudah lulus sekolah, ada pula yang kini duduk di bangku perguruan tinggi. Kondisi ini membuat proses penelusuran memerlukan pendekatan hati-hati dan bersifat personal, terutama bagi korban yang masih merasa terkejut atau belum siap berbicara.

Untuk memastikan pemeriksaan tidak menimbulkan tekanan psikologis, Polres Berau mendatangkan tim psikolog dari Balikpapan guna memberikan pendampingan langsung selama proses klarifikasi berlangsung.

“Kami khawatir para korban mengalami dampak psikologis yang cukup berat, sehingga pendampingan tenaga profesional sangat diperlukan,” ungkap Ngatijan.

Ia menegaskan bahwa penyimpangan seksual merupakan kasus yang sensitif, sehingga pemeriksaannya tidak boleh dilakukan dengan metode standar. Kesalahan pendekatan dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi korban atau menimbulkan trauma jangka panjang.

“Ini bukan sekadar tindak pidana. Ada kesehatan mental korban yang harus dijaga agar mereka tidak membawa dampak negatif dari pengalaman ini,” paparnya.

Terkait modus yang digunakan pelaku, Ngatijan menyebut penyidik masih mengumpulkan keterangan mendetail. Banyak korban masih berada dalam kondisi emosional yang belum stabil sehingga belum dapat memaparkan kronologi secara lengkap.

Baca Juga  DPRD Berau Minta Prioritas Pembangunan Diperketat di Tengah Penurunan APBD 2026

“Cara pelaku mendekati korban masih dalam tahap pendalaman. Kami akan membuka data tersebut setelah pemeriksaan seluruhnya selesai,” tandasnya. (*/)

banner 728x90