gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Aspirasi Tiga Kampung di Batu Putih Mengemuka, Sutami Tekankan Prioritas Pendidikan dan Infrastruktur

Anggota DPRD Berau, Sutami saat reses di Kecamatan Batu Putih (KB)
banner 728x250

BERAU – Anggota DPRD Berau, Sutami, melakukan Reses III Tahun Anggaran 2025 pada 1–3 Desember 2025 di tiga kampung di Kecamatan Batu Putih: Ampen Medang, Kayu Indah, dan Batu Putih. Kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan serta persoalan yang mereka hadapi, mulai dari infrastruktur dasar, pendidikan, hingga pertanian.

Sutami menegaskan bahwa seluruh masukan dari warga akan dijadikan acuan dalam merumuskan program pembangunan daerah. Ia menilai reses bukan prosedur rutin, tetapi momentum untuk memastikan kondisi lapangan benar-benar diketahui wakil rakyat.

“Untuk masa Reses III TA 2025 ini kami mendatangi tiga kampung, yakni Kampung Ampen Medang, Kayu Indah, dan Kampung Batu Putih,” ujarnya.

Di Kampung Ampen Medang, warga menyoroti perlunya pembangunan drainase dan penambahan ruang kelas baru (RKB). Jumlah murid terus meningkat dan fasilitas sekolah tidak lagi memadai, terutama setelah bertambahnya penduduk akibat aktivitas perusahaan sawit. Warga juga mengusulkan bantuan sarana pertanian seperti jalan usaha tani dan pupuk.

“Sekolah sudah overload dan ada siswa yang terpaksa dialihkan ke kampung lain,” jelas Sutami.

Berbeda dengan Ampen Medang, Kampung Kayu Indah memiliki arah pembangunan yang berfokus pada pengembangan desa wisata berbasis pertanian. Warga mengharapkan dukungan berupa bibit jagung, pupuk, serta perbaikan fasilitas rumah ibadah yang kerap mengalami kendala listrik.

“Masyarakat Kayu Indah bercita-cita menjadi kampung pariwisata dan berharap jaringan listrik Mahakam segera masuk agar tidak lagi bergantung pada genset,” katanya.

Di Kampung Batu Putih, kebutuhan sektor pendidikan kembali menjadi sorotan utama. Warga meminta penambahan RKB untuk SMPN 1 Batu Putih dan SDN 1 Batu Putih, termasuk perbaikan pagar sekolah yang roboh dan dianggap membahayakan siswa. Sutami menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan.

Baca Juga  Rembuk Pemuda Kaltim Soroti Tantangan IKN dan Ketahanan Pangan Nasional

“Ada siswa yang terpaksa belajar di koridor sekolah. Saya mendorong OPD terkait agar segera menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Ia menutup kegiatan dengan menekankan bahwa anggaran pendidikan harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar di kampung.

“Lebih baik anggaran dialihkan ke pembangunan RKB karena pendidikan adalah pondasi masa depan masyarakat,” tandasnya. (ADV) 

banner 728x90