SAMARINDA â Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim, Sutomo Jabir, dalam paparannya menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang dinilai mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini ia sampaikan dalam diskusi publik sebagai ruang refleksi kebijakan pemerintahan daerah yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur beberapa waktu lalu .
Kegiatan yang bertajuk Refleksi Satu Tahun Pemerintahan GubernurâWakil Gubernur Kaltim: Kebijakan dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan dilaksanakan di Caffe DâBaggios.
Dalam paparannya Sutomo Jabir menyebut, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim masih berada di atas Rp20 triliun, laju pertumbuhan ekonomi justru melambat.
âPada 2023, saat APBD menembus Rp20 triliun, pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6,22 persen. Tahun berikutnya juga masih tumbuh di angka 6,17 persen. Namun di tahun ini, pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 4,26 persen. Ini tentu lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya,â paparnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa besarnya anggaran belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kinerja ekonomi daerah.
Ia juga menilai rendahnya serapan anggaran menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
Dirinya menambahkan, target pertumbuhan ekonomi yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim, yakni di kisaran 6,17 hingga 6,40 persen, berpotensi tidak tercapai pada tahun ini.
âSaya meyakini lambatnya realisasi anggaran sangat berpengaruh terhadap perlambatan ekonomi yang kita alami sekarang,â tandasnya. (*)










