gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Sutomo Jabir: APBD Besar Tak Sejalan dengan Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

Sutomo Jabir saat menyampaikan pemaparan dalam diskusi publik yang dilaksanakan DPD GMNI Kaltim (ist)
banner 728x250

SAMARINDA — Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim, Sutomo Jabir, dalam paparannya menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang dinilai mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini ia sampaikan dalam diskusi publik sebagai ruang refleksi kebijakan pemerintahan daerah yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur beberapa waktu lalu .

Kegiatan yang bertajuk Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Gubernur–Wakil Gubernur Kaltim: Kebijakan dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan dilaksanakan di Caffe D’Baggios.

Dalam paparannya Sutomo Jabir menyebut, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim masih berada di atas Rp20 triliun, laju pertumbuhan ekonomi justru melambat.

“Pada 2023, saat APBD menembus Rp20 triliun, pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6,22 persen. Tahun berikutnya juga masih tumbuh di angka 6,17 persen. Namun di tahun ini, pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 4,26 persen. Ini tentu lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya,” paparnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa besarnya anggaran belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kinerja ekonomi daerah.

Ia juga menilai rendahnya serapan anggaran menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

Dirinya menambahkan, target pertumbuhan ekonomi yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim, yakni di kisaran 6,17 hingga 6,40 persen, berpotensi tidak tercapai pada tahun ini.

“Saya meyakini lambatnya realisasi anggaran sangat berpengaruh terhadap perlambatan ekonomi yang kita alami sekarang,” tandasnya. (*)

banner 728x90
Baca Juga  Akhir dari Pemilu 5 Kotak: MK Putuskan Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Pada 2029