BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) masih berjuang keras merealisasikan pembangunan 34 titik Base Transceiver Station (BTS) di berbagai wilayah.
Upaya ini dilakukan sebagai solusi atas persoalan blank spot internet yang hingga kini masih dirasakan masyarakat, khususnya di daerah perkampungan dan wilayah terpencil.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengungkapkan bahwa pengajuan penambahan BTS sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2025 dan kembali diusulkan pada 2026. Namun, realisasinya tidak berjalan mudah karena keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut.
Menurut Didi, pembangunan BTS sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Bahkan, saat ini mekanisme pengusulan tidak lagi hanya melalui pemerintah pusat, melainkan harus diajukan langsung kepada pihak penyedia layanan atau provider telekomunikasi.
“Sekarang malah harus diajukan ke provider langsung untuk penambahan BTS,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi Diskominfo Berau adalah pertimbangan bisnis dari pihak provider. Penambahan BTS tidak hanya dilihat dari sisi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dari potensi keuntungan ekonomi di wilayah yang akan dibangun menara pemancar.
“Mereka sebenarnya bisa saja menambah BTS, tapi provider melihat pengembangan ekonomi di sana. Jadi sudah berbicara bisnis,” jelas Didi.
Meski demikian, Diskominfo Berau tidak tinggal diam. Upaya lobi dan komunikasi terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat terhadap akses internet dapat terpenuhi. Terlebih, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, konektivitas internet sudah menjadi kebutuhan dasar, baik untuk pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami akan terus berupaya. Di tengah perkembangan digital saat ini, masyarakat sangat membutuhkan adanya akses internet,” tegasnya.
Sebagai gambaran, saat ini Kabupaten Berau telah memiliki 48 BTS yang aktif beroperasi. Namun, dari total 34 titik BTS yang diusulkan, baru dua BTS yang berhasil direalisasikan. Kondisi ini dinilai belum cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Berau secara merata.
Diskominfo Berau berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan provider agar pemerataan akses internet dapat segera terwujud, sehingga tidak ada lagi wilayah yang tertinggal akibat keterbatasan jaringan komunikasi. (*)










