gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Dorong Akses Pesisir dan Perdagangan Laut, Pemkab Berau Operasikan Infrastruktur Kunci di Biduk-Biduk

Bupati Berau, Sri Juniarsih saat meresmikan jembatan di Kampung Teluk Sumbang, Biduk-biduk (kn)
banner 728x250

BERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam memperkuat konektivitas wilayah pesisir kembali ditunjukkan melalui pengoperasian sejumlah infrastruktur strategis di Kecamatan Biduk-Biduk. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, meresmikan Dermaga Teluk Sulaiman serta dua jembatan penghubung utama, yakni Jembatan Sei Sumbang dan Jembatan Sei Bataan, Selasa (13/1/2026).

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membuka akses logistik, transportasi, dan pergerakan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di wilayah selatan Berau yang selama ini mengandalkan jalur laut dan darat secara terbatas.

Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa pembangunan dermaga dan jembatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke kawasan pesisir.

ā€œPembangunan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana pemerintah hadir untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dermaga Teluk Sulaiman diharapkan menjadi pusat pergerakan hasil laut dan perdagangan masyarakat Biduk-Biduk,ā€ ujarnya.

Ia menjelaskan, Dermaga Teluk Sulaiman termasuk dalam daftar proyek strategis Kabupaten Berau yang dibangun secara bertahap sejak 2020 hingga 2025. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp54,3 miliar, bersumber dari APBD Berau dan bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Secara fungsi, dermaga ini dirancang untuk melayani sandar kapal, bongkar muat barang, hingga transportasi penumpang. Bahkan, fasilitas tersebut telah dipersiapkan untuk disinggahi kapal berkapasitas besar di atas 1.000 gross ton (GT).

ā€œDengan kapasitas tersebut, peluang masuknya kapal ferry dan kapal perintis seperti Sabuk Nusantara semakin terbuka. Ini tentu akan memperkuat konektivitas antarwilayah,ā€ jelasnya.

Selain dermaga, dua jembatan yang diresmikan juga memiliki peran vital. Jembatan Sei Bataan disebut akan memperpendek akses Biduk-Biduk menuju Kabupaten Kutai Timur, sehingga arus barang, jasa, dan wisatawan dapat berjalan lebih lancar.

Baca Juga  Sinergi Pusat–Daerah Diperkuat, Berau Tegaskan Komitmen Dukung Program Presiden

ā€œKonektivitas darat yang baik akan berdampak langsung pada pengembangan ekonomi dan pariwisata pesisir,ā€ kata Sri Juniarsih
Ia pun mengajak masyarakat setempat untuk turut menjaga dan merawat infrastruktur tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, mengungkapkan bahwa Dermaga Teluk Sulaiman dibangun dengan spesifikasi teknis khusus untuk menghadapi kondisi geografis Biduk-Biduk yang rawan gempa.

ā€œDermaga ini dirancang dengan usia pakai hingga 50 tahun. Mengingat wilayah ini berada di zona gempa Palukoro dan Sangkulirang, kami menggunakan sistem bracing dan konstruksi hybrid agar lebih aman dan tahan lama,ā€ terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Berau, Fendra Firnawan, memaparkan rincian pembangunan dua jembatan tersebut. Jembatan Sei Bataan dibangun dengan anggaran Rp23,1 miliar, memiliki panjang 55 meter dan lebar 7 meter. Sementara Jembatan Sei Sumbang menelan anggaran Rp14,8 miliar dengan panjang 40 meter dan lebar 3,5 meter.

ā€œInfrastruktur ini bukan sekadar penghubung wilayah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan bagian dari identitas masyarakat pesisir Berau,ā€ pungkasnya. (*)

banner 728x90