gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Dewan Pers Dorong Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan Media

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto (Website Dewan Pers)
banner 728x250

JAKARTA – Dewan Pers menegaskan pentingnya  Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam mendukung pengelolaan perusahaan pers, khususnya dalam pembuatan serta analisis laporan keuangan. Hal itu disampaikan dalam seminar bertajuk “Penggunaan Artificial Intelligence untuk Pembuatan dan Analisa Laporan Keuangan Perusahaan Pers” yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Seminar dibuka Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa AI bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata agar perusahaan media dapat meningkatkan efektivitas kerja, efisiensi waktu, sekaligus akurasi dalam pengelolaan keuangan.

“Pemanfaatan AI mampu mempercepat proses penyusunan laporan sekaligus mengurangi risiko kesalahan administrasi. Hal ini akan mendukung transparansi dan akuntabilitas perusahaan pers di tengah tantangan persaingan bisnis yang semakin ketat,” ujarnya.

Ia menilai, salah satu hambatan utama industri media adalah menjaga profesionalisme di tengah beban teknis yang cukup berat. Menurutnya, teknologi AI dapat meringankan pekerjaan administratif sehingga jurnalis maupun manajemen bisa lebih fokus pada misi utama, yakni menyajikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.

Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Perusahaan pers dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap kompetitif.

“Tidak banyak lembaga yang secara konsisten menggelar seminar semacam ini, dan Dewan Pers patut memberikan apresiasi,” terangnya.

Totok juga memberikan penghargaan khusus kepada Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, Infrastruktur, serta Komisi Digital dan Keberlanjutan Dewan Pers yang dipimpin oleh Rosarita Niken Widiastuti dan Dahlan Dahi.

Menurutnya, dukungan keduanya menjadi salah satu faktor utama terselenggaranya seminar tersebut. Lebih jauh, Totok berbagi pengalamannya saat menggunakan teknologi AI dalam menyiapkan materi presentasi.

Ia menegaskan, keterlibatan AI tidak berarti menurunkan kapasitas intelektual seorang profesional. Meminta bantuan AI bukan berarti perusahaan tidak mampu.

Baca Juga  DPRD Dorong Pemkab Siapkan Pasar dan Skema Serap Panen Petani Berau

“Kualitas hasil tetap ditentukan oleh siapa yang mengajukan pertanyaan dan bagaimana cara memanfaatkannya. AI hanyalah alat bantu, sementara validasi akhir harus dilakukan manusia,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan, berbagai aplikasi AI mulai dari ChatGPT, OpenAI, hingga platform lainnya selalu menyertakan peringatan bahwa hasilnya bisa saja tidak sepenuhnya tepat. Karena itu, insan pers tetap dituntut bersikap kritis dan tidak bergantung sepenuhnya pada mesin.

“Mudah-mudahan melalui seminar ini, kita bisa lebih bijak menggunakan AI sebagai mitra kerja. Yang terpenting, teknologi ini mendukung profesionalisme dan membantu insan pers bekerja lebih cepat, ringkas, dan akurat,” tutupnya. (Redaksi)

Sumber: Dewan Pers

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *