gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Dorong Nilai Tambah Komoditas, Diskoperindag Berau Susun Roadmap Hilirisasi Kakao dan Kelapa

FGD Diskoperindag Berau terkait Roadmao Hilirisasi Kakao dan Kelapa Dalam (KB)
banner 728x250

BERAU – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten Berau. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Berau, pembahasan awal roadmap hilirisasi kakao dan kelapa dalam dilakukan lewat Focus Group Discussion (FGD), Rabu (25/2/2026).

Kegiatan yang digelar di ruang rapat Diskoperindag Berau tersebut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemangku kepentingan terkait.

Forum ini menjadi pijakan awal dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan industri berbasis kakao dan kelapa dalam secara terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam proses penyusunannya, Diskoperindag Berau menggandeng tim akademisi dari Universitas Mulawarman melalui Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah.

Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Berau, Reta Noratni, menjelaskan bahwa FGD ini difokuskan untuk mengumpulkan data menyeluruh terkait potensi kakao dan kelapa dalam di berbagai kampung yang tersebar di seluruh kecamatan.

β€œForum ini kami laksanakan untuk menghimpun data dan informasi yang komprehensif mengenai potensi kakao dan kelapa dalam. Data dan masukan ini sangat penting sebagai dasar penyusunan draft roadmap,” ujarnya.

Ia menekankan, pengembangan hilirisasi tidak bisa dilakukan secara terpisah oleh satu instansi saja. Beragam produk turunan dari kakao maupun kelapa membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

β€œKami mengundang beberapa OPD dan pihak-pihak yang dapat memberikan informasi kepada kami. Apalagi produk dari kakao dan kelapa ini diolah menjadi produk yang berbeda-beda, sehingga perlu sinergi bersama,” jelasnya.

Foto bersama bersama seluruh peserta FGD (KB)

Menurutnya, strategi hilirisasi akan menyasar seluruh kampung yang memiliki potensi, bukan hanya wilayah tertentu. Langkah ini juga sejalan dengan program kepala daerah dalam mendorong penguatan tiga produk unggulan, termasuk kakao dan kelapa dalam.

Baca Juga  Gideon Andris Minta Sertifikasi Pemandu Jadi Program Wajib Berkelanjutan

Seluruh masukan dari FGD akan dirangkum dan disempurnakan oleh tim Universitas Mulawarman sebelum difinalisasi menjadi dokumen roadmap. Nantinya, roadmap tersebut menjadi dasar penetapan sentra rumah produksi melalui Surat Keputusan Bupati.

β€œFGD ini merupakan langkah awal dalam perjalanan panjang hilirisasi. Harapannya, roadmap yang disusun benar-benar komprehensif dan dapat menjadi acuan pengembangan sentra produksi di Berau,” pungkasnya.Β (ADV)Β 

banner 728x90
SMSI