gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

DPRD Berau Desak Pemerataan Layanan Kesehatan, Rawat Inap Puskesmas hingga Ambulans Jadi Prioritas

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris (ist)
banner 728x250

BERAU – Besarnya kontribusi sektor pariwisata Maratua terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau menjadi perhatian kalangan legislatif. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Berau, Abdul Waris, menilai sudah seharusnya sebagian penerimaan dari kawasan tersebut dialokasikan kembali untuk mendukung pembangunan di wilayah setempat.

Dikatakannya, Pulau Maratua memberikan sumbangsih PAD yang cukup signifikan, terutama dari sektor resort. Ia menyebut, dari total PAD sekitar Rp10 miliar, kontribusi dari Maratua berkisar Rp4 hingga Rp5 miliar per resort.

“Maratua itu menyumbang PAD sekitar 4 sampai 5 miliar ke Kabupaten Berau per resort dari total 10 miliar PAD yang dimiliki. Kalau PAD itu dikembalikan untuk pembangunan skala kecil di sana, saya kira pemerintah juga tidak akan rugi,” ujarnya.

Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata seperti penguatan sinyal telekomunikasi atau penyediaan Wi-Fi di sekitar kawasan resort.

Menurutnya, fasilitas tersebut akan meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus berdampak pada peningkatan kunjungan.

“Misalnya penguat sinyal atau Wi-Fi dibangun dekat resort-resort di sana, tidak masalah. Justru semakin banyak orang datang, maka PAD-nya juga kembali ke daerah,” tegasnya.

Legislator asal Dapil pesisir itu berpandangan, langkah strategis tersebut perlu dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang). Ia mendorong agar sebagian PAD yang bersumber dari Maratua dapat difokuskan kembali untuk pembangunan di wilayah tersebut.

“Menurut saya TAPD bersama Bapelitbang, kembalikan saja PAD mereka untuk pembangunan di sana. Apalagi kemarin ada temuan dari BPK terkait kinerja, ini harus jadi perhatian,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi ekonomi Maratua sangat besar, mengingat terdapat sekitar 20 resort yang beroperasi di kawasan tersebut. Dengan kontribusi mencapai miliaran rupiah, menurutnya, sudah selayaknya pembangunan infrastruktur dasar dan pendukung pariwisata menjadi prioritas.

Baca Juga  Hari Nusantara di Berau: Momentum Meneguhkan Laut sebagai Masa Depan Daerah

“Lumayan 5 miliar itu, apalagi di sana ada sekitar 20 resort. Kalau dikelola dan dikembalikan dengan baik, dampaknya pasti lebih besar lagi untuk daerah,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI