BERAU – DPRD Berau mendorong agar berbagai program intervensi pangan yang digelar pemerintah daerah tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau kampung-kampung secara merata.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar LPG 3 kg, serta penyaluran bantuan pangan yang berlangsung di Tribun Lapangan Pemuda pada Selasa (17/3/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut terbukti membantu meringankan beban masyarakat.
Namun demikian, ia menilai cakupan program masih perlu diperluas. Selama ini, pelaksanaan kegiatan cenderung terfokus di kawasan perkotaan seperti Tanjung Redeb, sementara masyarakat di wilayah kampung juga memiliki kebutuhan yang sama, bahkan lebih mendesak.
“Program seperti ini harus bisa dirasakan semua lapisan masyarakat, termasuk warga di kampung,” ujarnya.
Dedy menjelaskan, akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau sangat dibutuhkan masyarakat di daerah, baik untuk kebutuhan harian maupun menjelang momen penting seperti Idulfitri.
Ia menekankan bahwa pemerataan distribusi menjadi kunci utama agar manfaat program tidak timpang antarwilayah. Menurutnya, kehadiran pasar murah juga berperan strategis dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Selain membantu masyarakat, program ini juga bisa menjadi pengendali agar harga kebutuhan pokok tetap stabil,” jelasnya.
Terkait operasi pasar LPG 3 kg, Dedy menilai langkah tersebut cukup responsif terhadap keluhan masyarakat mengenai kelangkaan dan kenaikan harga. Meski jumlah distribusi masih terbatas, ia menyebut program tersebut sudah memberikan dampak positif.
“Ini langkah awal yang baik. LPG 3 kg sangat penting bagi kebutuhan rumah tangga, jadi keberadaannya harus benar-benar dijaga,” katanya.
Ke depan, DPRD Berau berharap program-program tersebut tidak hanya bersifat sementara atau musiman, melainkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem distribusi serta memastikan stabilitas harga tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau bisa berjalan rutin dan merata, masyarakat tentu akan lebih terbantu dan harga di pasaran juga bisa tetap terkendali,” tutupnya. (ADV)











