BERAU – Meski pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan penghematan anggaran, rencana pembangunan gedung olahraga (GOR) baru di Kabupaten Berau dipastikan tidak berhenti. Proyek tersebut tetap masuk agenda pelaksanaan pada 2026.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan bahwa pembangunan GOR baru bukan dibatalkan, melainkan akan direalisasikan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Ia memastikan komitmen pemerintah dan legislatif terhadap peningkatan sarana olahraga tetap menjadi prioritas.
Gedung olahraga serbaguna itu direncanakan dibangun di area belakang Kantor Dispora Berau, Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb. Menurut Dedy, kebutuhan fasilitas olahraga representatif semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah event dan aktivitas kepemudaan di Berau.
“Gedung olahraga ini memang sangat dibutuhkan, apalagi sekarang event di Berau semakin banyak,” ujarnya usai menghadiri pelantikan pimpinan Baznas Berau, Senin (12/1/2026).
Ia mengakui, usulan awal pembangunan GOR tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar. Namun, akibat kebijakan efisiensi yang juga terjadi di sejumlah daerah, nilai anggaran yang disetujui tidak sebesar yang diajukan.
“Kalau berbicara efisiensi, memang anggaran yang kami usulkan dinilai cukup besar. Tapi bukan berarti pembangunan tidak bisa dimulai,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Dedet itu menegaskan sejak awal pihaknya tidak menuntut pembangunan dilakukan dalam satu tahap anggaran penuh. Skema bertahap justru dianggap lebih realistis dalam kondisi fiskal saat ini.
“Kami tidak meminta gedung itu langsung selesai sekaligus. Bisa dilakukan bertahap. Yang penting mulai dulu pembangunannya,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan GOR baru nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi satu cabang olahraga (cabor), tetapi dirancang agar dapat mengakomodasi berbagai jenis olahraga dalam satu fasilitas terpadu.
“Yang kita inginkan adalah gedung yang bisa dipakai hampir semua cabor, bukan hanya fokus pada satu atau dua olahraga saja,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi GOR Pemuda Tanjung Redeb yang kerap menuai kritik karena dinilai sudah tidak layak, baik dari sisi fasilitas maupun kapasitas bangunan.
“Memang GOR yang ada sekarang sudah tidak layak, kecuali dilakukan pembongkaran total. Kalau tidak, mungkin lebih cocok dijadikan gedung serbaguna saja,” tandasnya. (ADV)











