BERAU- Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) mulai memfokuskan pengembangan industri berbasis komoditas unggulan daerah. Saat ini, kakao dan kelapa menjadi prioritas utama dalam program hilirisasi.
Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Berau, Reta Noratni, menegaskan bahwa dua komoditas tersebut dinilai paling siap untuk didorong ke tahap pengolahan lanjutan.
“Saat ini kita fokus dengan kakao dan kelapa. Berau sebenarnya punya tiga sektor unggulan, termasuk jagung, tetapi untuk hilirisasi kita prioritaskan dua komoditas ini dulu,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah strategis agar komoditas tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah. Ia menjelaskan bahwa pengolahan hingga menjadi produk setengah jadi maupun produk akhir akan memberikan nilai tambah yang lebih besar.
“Kita ingin produk lokal tidak hanya dijual sebagai bahan baku. Dengan hilirisasi, nilai jualnya meningkat dan dampaknya ke masyarakat juga lebih luas,” jelasnya.
Sementara itu, sektor jagung yang juga termasuk dalam komoditas unggulan daerah belum masuk tahap hilirisasi. Namun, Reta memastikan komoditas tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Jagung belum masuk hilirisasi saat ini, tapi ke depan pastinya kita akan running pembahasannya. Tentu perlu kajian dulu, mulai dari kesiapan produksi, infrastruktur, sampai potensi pasarnya,” terangnya.
Ia menambahkan, penguatan sektor kakao, kelapa, dan jagung diharapkan dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah.
“Semoga semua berjalan sesuai keunggulan tiga sektor unggulan dan visi misi Bupati Berau,” pungkasnya. (ADV)











