gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Kasus Kredit Fiktif Bank Kaltimtara, Legislator Kaltim Dorong Penataan Total Manajemen Perbankan Daerah

Bank Kaltimtara (ist)
banner 728x250

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin turut menyoroti perkembangan kasus dugaan kredit proyek fiktif di Bank Kaltimtara yang saat ini sedang ditangani aparat kepolisian. Melalui unggahan di akun pribadi Instagram miliknya. Ia menilai kasus ini sebagai skandal besar yang harus diusut hingga tuntas, termasuk dugaan keterlibatan oknum pihak internal maupun eksternal bank.

Husni mengungkapkan bahwa dirinya sudah pernah mempertanyakan adanya indikasi kredit proyek fiktif tersebut beberapa bulan lalu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kaltim bersama jajaran direksi Bank Kaltimtara.

“Beberapa bulan yang lalu saat RDP antara Komisi 2 DPRD Kaltim dengan Dirut dan jajaran petinggi Bank Kaltimtara, saya sempat menanyakan dugaan proyek fiktif yang diberikan kredit oleh Bank Kaltimtara di wilayah Kaltara. Saat itu saya duga bisa mencapai Rp400 miliar,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Saat ini, menurut informasi dari kepolisian, nilai kerugian yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp208 miliar.

“Hari ini Polda Kaltim memperkirakan sekitar Rp208 miliar. Kenapa saya duga bisa mencapai Rp400 miliar? Karena berkaca dari kasus di Bank Jatim yang melebihi Rp500 miliar, dan ternyata hari ini terbukti,” lanjutnya.

Husni menyebut modus kasus tersebut memiliki kemiripan dengan kasus serupa di Bank Kaltimtara cabang Balikpapan. Ia menyebut kasus ini sebagai bentuk penipuan terstruktur dengan memanfaatkan dokumen kontrak fiktif dan dugaan keterlibatan perusahaan tertentu.

“Ini gila, dua ratus miliar uang rakyat Kaltim raib untuk akal-akalan proyek fiktif dengan selembar SPK dari proyek BUMN. Perusahaan yang berafiliasi dengan Indi Daya Group milik Bun Sentosa dengan mudah memanipulasi proyek,” ungkapnya.

Ia bahkan menduga terdapat keterlibatan oknum internal dari kalangan pejabat bank serta kemungkinan keterlibatan oknum BUMN.

Baca Juga  Rudy Mas’ud Klarifikasi dan Tegaskan Komitmen Jaga Hubungan Baik dengan Insan Pers

Selain itu, Husni menyampaikan kekhawatiran akan adanya pihak internal bank yang ikut terseret tanpa keterlibatan langsung.

“Yang saya khawatirkan adalah orang-orang yang sebenarnya tidak terlibat, tapi berada pada posisi dan waktu yang salah. Misalnya pimpinan cabang Tanjung Selor, RA. Statusnya harus dikaji lebih akurat,” ujarnya.

Husni kemudian mendorong restrukturisasi total jajaran manajemen Bank Kaltimtara sebagai langkah pemulihan kepercayaan publik.

“Maka saran saya, untuk membersihkan bank ini, para pimpinan dan pejabatnya harus dari luar sistem atau bukan dari karyawan Bank Kaltimtara itu sendiri,” sarannya.

Ia menutup pernyataan dengan apresiasi kepada kepolisian yang telah menangani kasus ini.

“Salute kepada Polda Kaltara yang berhasil mengurai kasus ini. Semoga bisa dirunut sampai aktor utama di Bank Kaltimtara,” tutupnya.

Pernyataan ini diambil dari unggahan resmi Instagram @muhammadhusnifahruddin. (*)

banner 728x90