gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Kesbangpol Kaltim Dorong Pelajar Madrasah Menjadi Pemilih Cerdas dan Beretika

banner 728x250

SAMARINDA – Upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini terus diperkuat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur.

Melalui kegiatan bertema “Bijak Berpendapat, Santun Berdemokrasi”, Kesbangpol menghadirkan program Penguatan Demokrasi di Lingkungan Madrasah yang kali ini berlangsung di MAN 2 Samarinda pada Kamis, 20 November 2025. Puluhan pelajar mengikuti kegiatan tersebut untuk memperluas pemahaman mereka mengenai demokrasi dan dinamika politik modern.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kaltim, Fatimahwati, menekankan bahwa pembekalan ini merupakan bagian dari strategi membangun generasi muda yang melek politik dan sadar hak kewarganegaraan.

Ia menjelaskan bahwa demokrasi bukan sebatas konsep yang dipelajari di ruang kelas, tetapi harus dipahami sebagai mekanisme yang mengatur hubungan antara warga dan negara.

“Tujuan penguatan demokrasi ini agar mereka lebih paham bagaimana demokrasi itu, bagaimana politik bekerja,” ujarnya.

Fatimahwati menilai kelompok pelajar SMA memiliki posisi strategis dalam pembangunan Kaltim, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membuka peluang besar bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa dominasi populasi usia muda di Indonesia harus menjadi modal untuk berperan aktif dalam proses demokrasi.

“Lebih dari 60 persen penduduk Indonesia adalah generasi muda. Sangat sayang kalau mereka hanya jadi penonton di negerinya sendiri. Apalagi IKN ada di sini,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang seringkali membuat remaja rentan pada provokasi dan misinformasi. Karena itu, ia menilai pemahaman demokrasi yang benar turut berfungsi sebagai benteng dalam menyikapi informasi publik.

“Bukan salah medianya, tapi bagaimana mereka menyaringnya. Jangan sampai menerima informasi mentah-mentah lalu menimbulkan gejolak,” jelasnya.

Fatimahwati juga mengingatkan bahwa demokrasi tidak berhenti pada slogan klasik yang sering didengar masyarakat. Demokrasi, menurutnya, mencakup kesadaran etis dalam menyampaikan pendapat dan menghargai perbedaan.

Baca Juga  Pemkab Berau Diminta Percepat Pembangunan Toilet Umum demi Dukung Kenyamanan Wisatawan

“Kami ingin mereka paham bahwa demokrasi mencakup cara menyampaikan pendapat yang bijak dan tidak menimbulkan masalah,” katanya.

Program seperti ini telah digelar di berbagai sekolah dan akan terus dilanjutkan sesuai mandat Permendagri Nomor 36 Tahun 2010. Melalui kegiatan berkelanjutan ini, Kesbangpol Kaltim berharap pelajar mampu menjadi pemilih cerdas, kritis terhadap isu, dan tetap santun dalam berpartisipasi pada kehidupan demokrasi. (Redaksi) 

banner 728x90