NUSANTARA – Kegiatan Silaturahmi Regional Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 8â10 November 2025 diwarnai tanda tanya besar. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masâud, yang wilayahnya menjadi tuan rumah acara, justru tidak tampak hadir selama kegiatan berlangsung. Padahal, sejumlah gubernur dan kepala daerah dari berbagai provinsi turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.
Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) Kahmi Kalimantan Timur, H. Murjani Zuhri, menegaskan bahwa agenda silaturahmi ini bukan sekadar acara seremonial. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat jejaring dan menyinergikan gagasan antaralumni HMI dari berbagai daerah. âSilaturahmi ini sebelumnya juga pernah digelar di Ternate, Batam, Sulawesi, dan Surabaya, namun puncaknya memang di IKN,â ujar Murjani.
Acara ini turut dihadiri Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN, serta para kepala daerah tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Menurut Murjani, kehadiran para tokoh nasional dan daerah menandakan dukungan besar terhadap pembangunan IKN sebagai simbol transformasi Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Rifqynizami Karsayuda, Koordinator Presidium Majelis Nasional Kahmi sekaligus Ketua Komisi II DPR RI, menyebut kegiatan tersebut mendapat dukungan langsung dari Otorita IKN. Ia menilai kolaborasi Kahmi dan OIKN merupakan langkah strategis dalam mendorong pembangunan nasional yang inklusif. âSejumlah ide dan pemikiran dari forum ini dituangkan dalam Piagam Nusantara sebagai bentuk komitmen Kahmi terhadap keberlanjutan pembangunan IKN,â ungkapnya.
Namun, absennya Gubernur Rudy Masâud menimbulkan keheranan di kalangan peserta. âIni menjadi keresahan kami, karena gubernur dan wakil dari provinsi lain hadir bersama para pejabat daerahnya masing-masing,â tutur Murjani. Ia menambahkan, sebelum acara digelar, pihak MW Kahmi Kaltim telah melakukan audiensi dengan Gubernur Rudy dan bahkan mendapat konfirmasi bahwa beliau akan hadir serta memberikan sambutan.
Ketidakhadiran tersebut akhirnya menjadi pembicaraan di antara peserta dan tamu undangan, mengingat posisi Kalimantan Timur sebagai tuan rumah sekaligus pusat perhatian nasional dalam pembangunan IKN. (Redaksi)Â










