gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Langkah Awal ke Eropa, Kakao Fermentasi Berau Bidik Pasar Premium

banner 728x250

BERAU – Kabupaten Berau kembali menunjukkan tajinya di pasar ekspor komoditas perkebunan. Sebanyak 10 ton kakao fermentasi resmi dilepas menuju Prancis, Selasa (3/3/2026), dari halaman Kantor Bupati Berau, Jalan APT Pranoto, Tanjung Redeb.

Pengiriman ini dilakukan oleh PT Khatulistiwa Agro Sentosa sebagai eksportir dan menjadi tahap perdana dari kerja sama dagang dengan mitra di Prancis. Ke depan, volume ekspor ditargetkan meningkat hingga 50 ton per tahun.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyebut ekspor tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi kakao Berau di pasar internasional.

“Pengiriman ini membuktikan bahwa kakao Berau masih memiliki daya saing dan diminati pasar global, khususnya untuk segmen premium,” ujarnya.

Menurutnya, karakter rasa kakao Berau yang memiliki keseimbangan antara pahit dan asam segar menjadi nilai tambah tersendiri bagi industri cokelat berkualitas tinggi. Salah satu perusahaan cokelat ternama asal Prancis, Valrhona, disebut selama ini dikenal selektif dalam memilih bahan baku dari berbagai negara.

“Standar pasar premium tentu sangat ketat. Artinya, kualitas kakao kita sudah mampu memenuhi permintaan tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, capaian ini bukan kali pertama kakao Berau mendapat pengakuan. Di tingkat nasional, komoditas ini juga pernah memperoleh apresiasi dalam ajang SIAL Interfood, yang memperkuat reputasinya sebagai biji kakao unggulan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Berau tidak ingin berhenti pada ekspor bahan baku. Sri Juniarsih menekankan kepada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) terkait pentingnya hilirisasi agar kakao tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk turunan bernilai tambah.

“Kita ingin kakao Berau tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  DPRD Desak Penataan Ulang PJU, Oktavia Soroti Efektivitas dan Respons Perbaikan

Ia juga mengingatkan bahwa target 50 ton per tahun harus diimbangi dengan konsistensi mutu, mulai dari proses fermentasi, pengeringan, hingga peningkatan kapasitas petani.

“Yang kita jaga bukan hanya kuantitas, tapi stabilitas kualitas. Kalau ini konsisten, peluang ekspansi ke negara lain sangat terbuka,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI