gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Mahasiswa Ners ITKES WHS Ajak Pelajar Berau Pahami Bahaya Kehamilan Remaja

banner 728x250

BERAU — Guna menekan angka kehamilan di usia muda yang masih menjadi tantangan sosial dan kesehatan di Indonesia, mahasiswa Program Profesi Ners Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda (ITKES WHS) Kelas Berau Angkatan 2025 melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Cegah Kehamilan di Usia Remaja untuk Lindungi Masa Depan.”

Kegiatan edukatif tersebut berlangsung di SMA PGRI Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, pada Jumat (7/11/2025).

Pencegahan ini dipimpin oleh Ns. Desy Ayu Wardani, dosen dan konselor keperawatan maternitas ITKES WHS yang dikenal aktif dalam memberikan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi di berbagai wilayah.

Melalui metode pembelajaran interaktif seperti diskusi kelompok dan sesi tanya jawab, para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. Selain itu, mereka juga belajar mengenali berbagai risiko kehamilan pada usia remaja serta cara mengambil keputusan yang bijak dalam menghadapi situasi sosial yang berpotensi menjerumuskan.

Mahasiswa profesi Ners turut berperan aktif menyampaikan materi edukatif dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter remaja. Mereka menekankan bahwa kehamilan dini dapat membawa dampak serius terhadap pendidikan, kesehatan fisik, serta masa depan sosial dan ekonomi remaja.

Ketua Kelas Profesi Ners ITKES WHS Berau, Asrul, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berharap para remaja lebih memahami pentingnya menjaga diri dan mampu mengambil keputusan positif demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Asrul menambahkan, edukasi seperti ini tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga membantu membentuk karakter remaja yang tangguh, cerdas, dan bertanggung jawab.

“Dengan memahami pentingnya kesehatan fisik dan mental, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga  Balikpapan Perluas Ruang Publik dan RTH, Dorong Kreativitas Warga di Era Digital

Sementara itu, Ns. Desy Ayu Wardani menegaskan bahwa upaya pencegahan kehamilan dini tidak bisa dibebankan hanya kepada individu.

“Remaja perlu mendapatkan bimbingan dan dukungan dari keluarga, sekolah, serta masyarakat agar mampu mengendalikan diri dan memahami tanggung jawab dalam menjaga kehormatan diri,” tuturnya.

Dirinya juga berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja.

“Melindungi masa depan remaja berarti menjaga masa depan bangsa,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan komitmen bersama dari para siswa untuk menjadi duta edukasi kesehatan di sekolah mereka. Melalui kegiatan berkelanjutan seperti ini, diharapkan angka kehamilan remaja di Kabupaten Berau dapat terus menurun, dan generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berdaya, serta memiliki visi masa depan yang cerah. (Zahra/Redaksi) 

banner 728x90