BERAU – Maraknya aktivitas pembukaan dan pemanfaatan lahan tanpa dokumen lingkungan di Kabupaten Berau menuai perhatian dari kalangan DPRD. Kondisi ini dinilai menunjukkan masih lemahnya pengawasan dari pihak terkait dalam memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai regulasi.
Anggota Komisi III DPRD Berau, M. Ichsan Rapi, menegaskan bahwa keberadaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut keberlanjutan lingkungan kita ke depan,” ujarnya.
Ia menilai, masih banyak aktivitas di lapangan yang berjalan tanpa memenuhi kewajiban tersebut. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan yang seharusnya dapat mencegah pelanggaran sejak awal. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak luas.
Ichsan juga menyoroti peran instansi teknis yang dinilai belum optimal dalam melakukan pengawasan. Ia meminta agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada proses penerbitan izin, tetapi juga aktif melakukan pemantauan langsung terhadap kegiatan yang berlangsung di lapangan.
“Pengawasan harus diperketat, jangan sampai aktivitas tanpa AMDAL terus terjadi,” tegasnya.
Selain itu, ia menilai pentingnya memperkuat koordinasi antarinstansi agar pengawasan dapat berjalan lebih efektif.
“Tanpa sinergi yang baik, upaya pengendalian dinilai akan sulit dilakukan secara maksimal,” tuturnya.
DPRD juga mendorong adanya langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan. Penindakan dinilai perlu dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan efek jera.
Lebih lanjut, Ichsan menekankan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Kami ingatkan bahwa dampak dari kelalaian dalam pengawasan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ditambahkannya, Pemkab Berau perlu melakukan enguatan sistem pengawasan dan penegakan aturan yang konsisten, diharapkan aktivitas pembangunan di Berau dapat berlangsung secara bertanggung jawab.
“Paling penting ialah pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan hidup,” tandasnya. (ADV)











