KALIMANTAN UTARA — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Tanjung Selor periode 2025-2026 resmi dilantik pada Selasa (27/1/2026). Pelantikan yang mengusung tema “Kaltara yang Kita Cita-citakan” ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran pemuda dalam mendorong pembangunan Kalimantan Utara yang inklusif dan berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Utara, Zaenal Arifin Paliwang, menegaskan bahwa pelantikan pengurus HMI dan Kohati Cabang Tanjung Selor merupakan langkah kolaboratif dan visioner dalam membangun daerah.
“HMI telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan memiliki peran strategis, baik dalam kehidupan bernegara maupun pembangunan daerah. Pelantikan ini adalah bagian dari upaya menyiapkan sumber daya pemuda yang visioner,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Provinsi Kalimantan Utara yang masih dalam tahap pembangunan membutuhkan kehadiran pemuda yang memiliki kepedulian sosial tinggi.
“Kaltara masih terus berkembang. Karena itu, peran organisasi kepemudaan seperti HMI dan Kohati sangat dibutuhkan untuk mengawal pembangunan dan menyuarakan kepentingan masyarakat,” katanya.
Zaenal juga berharap HMI dan Kohati Cabang Tanjung Selor mampu menjadi mitra pemerintah yang kritis namun tetap solutif.
“Kami berharap HMI dan Kohati hadir sebagai mitra kritis, tetapi tetap memberikan solusi demi kemajuan Kalimantan Utara,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, menilai pelantikan ini sebagai bagian penting dari proses konsolidasi kader HMI.
“HMI merupakan organisasi besar yang telah melahirkan banyak tokoh, tidak hanya di Kalimantan Utara, tetapi juga di tingkat nasional. Ini adalah proses regenerasi yang sangat penting,” ujarnya.
Menjelang usia HMI yang ke-79 tahun, Syarwani berharap organisasi ini terus berkembang dan melahirkan kader-kader berkualitas.
“Kami berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung 15 program prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan,” katanya.
Dari Pengurus Besar HMI, Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat PB HMI, Nurhariyani, menegaskan bahwa keberadaan HMI di Tanjung Selor memiliki makna strategis bagi keutuhan NKRI.
“Hadirnya HMI di Tanjung Selor menandakan bahwa Kalimantan Utara adalah wilayah penting. HMI adalah organisasi kader dan perjuangan yang lahir sejak 5 Februari 1947,” ungkapnya.
Ia menambahkan, menuju usia 100 tahun HMI pada 2047, cabang-cabang daerah harus mengambil peran nyata.
“HMI Cabang Tanjung Selor harus menjadi mitra kritis pemerintah, memberikan rekomendasi dan gagasan, terlebih ini adalah wilayah perbatasan yang harus dijaga dari berbagai potensi penggerusan,” tegas Nurhariyani.
Ketua Umum HMI Cabang Tanjung Selor, SR Zulkifli, menyampaikan bahwa cabang ini telah melalui proses panjang sejak dirintis pada 2009.
“LK I pertama dilaksanakan pada 2010, lalu berkembang hingga melahirkan komisariat lain dan alumni yang kini berkontribusi nyata bagi Kalimantan Utara,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan capaian kaderisasi pada periode kepengurusan saat ini.
“Dalam periode ini, telah lahir 70 kader baru dari lima kali pelaksanaan LK I. Kami juga memiliki kader-kader berprestasi, baik di bidang akademik maupun kegiatan islami,” pungkasnya. (*)










