MAKASSAR- Pemilihan Ketua RT dan RW yang akan digelar serentak di Kota Makassar pada akhir 2025 disebut sebagai momen penting untuk memperkuat kualitas demokrasi di akar rumput.
Ketua Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) Provinsi Sulawesi Selatan, Nur Annisa, menekankan bahwa agenda tersebut bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan kesempatan strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan berintegritas.
Menurut Annisa, peran RT dan RW tidak dapat dipandang sebelah mata karena mereka menjadi pintu pertama bagi warga dalam memperoleh layanan publik. Ia menegaskan bahwa figur yang akan memimpin struktur lingkungan harus dipilih berdasarkan kompetensi dan moralitas, bukan semata kedekatan sosial.
“RT dan RW adalah ujung tombak pemerintah dalam memberi pelayanan kepada warga. Jika figur yang terpilih memiliki kapabilitas dan integritas, maka kualitas pelayanan publik di tingkat bawah akan semakin baik,” ujarnya di Makassar, Sabtu (16/11/2025).
Ia turut menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pemilihan. Annisa berharap warga dapat mengambil keputusan secara objektif dengan melihat rekam jejak, kepedulian sosial, serta kemampuan calon dalam mengelola dinamika kemasyarakatan.
“Pemilihan RT/RW bukan ajang kepentingan sesaat. Ini soal bagaimana masyarakat memilih pemimpin yang mampu menjadi penghubung efektif antara warga dan pemerintah kota,” terangnya.
Perisai Demokrasi Bangsa Sulawesi Selatan, lanjutnya, mendorong agar seluruh tahapan pemilihan berjalan kondusif, transparan, dan bebas dari potensi konflik. Organisasi tersebut juga berkomitmen memberikan edukasi politik, terutama di tingkat kelurahan, melalui program literasi demokrasi dan pendampingan bagi para pemilih pemula.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya memilih pemimpin lingkungan yang benar-benar mampu bekerja untuk kesejahteraan masyarakat.
Annisa menegaskan bahwa kualitas demokrasi kota sangat ditentukan oleh proses demokrasi di level paling dasar. “Ketika demokrasi di tingkat RT/RW sehat, maka kualitas demokrasi kota juga akan meningkat. Kita ingin memastikan bahwa proses ini melahirkan pemimpin lingkungan yang benar-benar bekerja untuk kepentingan warga,” tutupnya.
Pemilihan RT/RW di Kota Makassar dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025, dengan ribuan warga diperkirakan turut serta menentukan arah kepemimpinan lingkungan masing-masing. (Redaksi)










