gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Perkuat Industri Lokal Berbasis UMKM, Diskoperindag Berau Fokuskan Hilirisasi Produk Unggulan

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita (KB)
banner 728x250

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mendorong penguatan struktur industri daerah dengan mengoptimalkan peran UMKM dan pemanfaatan potensi bahan baku lokal. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan produk bernilai tambah sekaligus menopang sektor ekonomi daerah.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan bahwa pengembangan industri kecil dan menengah tidak dapat dilepaskan dari potensi lokal yang dimiliki daerah, khususnya di kawasan-kawasan strategis. Oleh karena itu, program Diskoperindag difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing.

“Sejak awal, program kami memang diarahkan untuk membangun industri lokal. Mulai dari peningkatan keterampilan pelaku UMKM, pendampingan usaha, fasilitasi perizinan, hingga pengembangan inovasi produk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program industri tersebut banyak difokuskan di wilayah yang memiliki potensi bahan baku dan aktivitas ekonomi masyarakat yang kuat, termasuk kawasan pesisir dan destinasi unggulan seperti Pulau Derawan, Maratua, Biduk-Biduk, serta daerah sekitarnya.

Melalui sinergi dengan Dekranasda dan program internal, Diskoperindag berupaya meningkatkan kualitas produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Salah satu fokus pengembangan industri tahun ini adalah pengolahan kelapa dalam di wilayah Maratua. Program tersebut merupakan bentuk peningkatan dari kegiatan sebelumnya yang hanya berfokus pada pemanfaatan limbah batok kelapa.

“Tahun lalu kita masih fokus pada pengolahan batok kelapa. Sekarang kita dorong pengolahan kelapa dalam secara menyeluruh, supaya nilai tambahnya lebih besar dan bisa menjadi produk industri yang berkelanjutan,” jelasnya.

Eva menambahkan, penguatan industri lokal juga dilakukan dengan memperhatikan keterbatasan anggaran daerah. Di tengah kebijakan efisiensi yang berlaku untuk seluruh organisasi perangkat daerah, Diskoperindag Berau melakukan penyesuaian dengan menetapkan program prioritas.

Baca Juga  Berau Mantap Beralih ke Pariwisata, Lubang Tambang Ilegal Jadi Perhatian Serius

“Jumlah titik pelatihan memang harus dikurangi. Namun, program yang menjadi unggulan dan berdampak langsung bagi pelaku usaha tetap kami pertahankan,” tegasnya.

Adapun sejumlah program prioritas yang dijalankan tahun ini antara lain pelatihan pengolahan cokelat di Kampung Merasa sebagai komoditas khas daerah, serta pelatihan pengolahan kelapa dalam di Maratua yang dilengkapi dengan bantuan peralatan produksi bagi pelaku UMKM.

Menurut Eva, pendekatan ini bertujuan mendorong UMKM naik kelas dari sekadar usaha rumah tangga menjadi unit industri kecil yang produktif dan berkelanjutan.

“Potensi unggulan daerah selalu menjadi dasar penyusunan program Diskoperindag. Meskipun anggaran terbatas, kami tetap fokus pada kualitas program dan dampak nyata bagi penguatan industri lokal dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

banner 728x90