gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Psikolog Ungkap Dugaan Pola Penyimpangan Seksual AR

banner 728x250

BERAU – Dugaan tindakan penyimpangan seksual penyimpangan seksual yang menyeret nama AR, seorang pemuda berprestasi yang sebelumnya mengharumkan Kabupaten Berau, kembali menggemparkan publik. Kasus ini dinilai mencoreng dunia kepemudaan Berau, terlebih AR dikenal aktif dan memiliki rekam jejak positif sebelum skandal ini mencuat.

Psikolog Klinik Everwill dan Klinik Tirta Pemuda, Eka Misniar Dika, menilai pola perilaku terduga pelaku tidak jauh berbeda dari kasus-kasus penyimpangan seksual lain yang pernah ia tangani selama praktik di Magelang, Yogyakarta, hingga Balikpapan.

“Kasus seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Polanya hampir sama dengan yang pernah saya temui sebelumnya,” ujarnya, Sabtu (22/11/25).

Eka menjelaskan terdapat dua dugaan penyebab paling umum yang memicu perilaku menyimpang. Yang pertama adalah pengalaman traumatis di masa kecil hingga dewasa, di mana korban pernah menjadi sasaran pelecehan seksual namun memilih bungkam karena takut atau malu.

“Banyak yang menjadi pendiam karena menganggap pengalaman itu aib. Jika tidak ditangani ahli jiwa, trauma tersebut bisa berubah menjadi kepuasan yang dilampiaskan kepada orang lain,” jelasnya.

Dugaan kedua adalah kecanduan pornografi. Menurutnya, paparan intens terhadap konten dewasa dapat merusak fungsi Lobus Frontal pada otak yang berperan mengendalikan perilaku dan menilai benar-salah.

“Ketika bagian otak itu rusak, pengendalian syahwat melemah. Akhirnya dorongan seksual tidak terkontrol dan dilampiaskan ke kehidupan nyata,” terangnya.

Meski begitu, ia menegaskan analisis tersebut sifatnya umum karena tidak melakukan asesmen langsung terhadap AR.

“Ini hanya berdasarkan pengalaman saya. Untuk memastikan penyebab pada kasus AR, harus ada pemeriksaan psikologis mendalam,” imbuhnya.

Lebih jauh, Eka mengungkapkan bahwa kasus serupa sebenarnya sudah sering terjadi di Berau. Ia bahkan menangani beberapa kasus di mana pelakunya masih berusia anak-anak.

Baca Juga  Telah Lakukan Aksi Solidaritas di Mapolda Kaltara Terkait 3 Kader yang Terbakar saat Demo, HMI Cabang Berau Siap Kawal Hingga ke Mabes Polri

“Berau ini sudah masuk kategori darurat penyimpangan seksual dan seks bebas. Kita pernah menangani banyak kasus, hanya saja tidak semuanya muncul ke permukaan,” tegasnya.

Ia pun mengimbau orang tua untuk lebih aktif memberikan pendidikan seksual dasar kepada anak, mulai dari pemahaman area tubuh yang tidak boleh disentuh hingga cara meminta pertolongan ketika merasa tidak aman.

“Selain pendidikan seksual, yang paling penting adalah kedekatan orang tua. Anak yang merasa diperhatikan cenderung lebih berani bercerita dan terhindar dari risiko menjadi korban,” tutupnya. (*/)

banner 728x90