BERAU – Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna Kalalembang, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait meningkatnya kasus gagal ginjal pada anak, terutama yang dipicu oleh tingginya konsumsi makanan dan minuman kemasan. Ia menilai situasi ini membutuhkan langkah antisipatif yang nyata dari pemerintah daerah agar tidak berkembang menjadi ancaman kesehatan serius di Bumi Batiwakkal.
Ratna menyoroti semakin maraknya produk makanan dan minuman kemasan yang beredar tanpa diimbangi edukasi dan pengawasan yang memadai. Menurutnya, anak-anak berada pada posisi paling rentan terhadap dampak buruk kandungan zat tambahan dalam produk tersebut jika dikonsumsi berlebihan.
“Dinas Kesehatan harus menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para orang tua, tentang bahaya konsumsi berlebihan makanan dan minuman kemasan,” ujarnya.
Ia juga merujuk pada data Kementerian Kesehatan yang menunjukkan peningkatan signifikan kasus gagal ginjal akut pada anak di tingkat nasional. Kondisi itu, menurutnya, menjadi alarm penting agar pemerintah daerah segera bertindak.
“Hal ini menunjukkan bahwa ancaman ini sangat serius. Jangan sampai hal serupa terjadi di Berau,” tegasnya.
Karena itu, Ratna meminta Pemkab Berau melalui Dinas Kesehatan memperketat pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman kemasan di pasaran. Ia menilai pengawasan yang ketat harus dibarengi dengan edukasi berkelanjutan mengenai pola makan sehat.
“Dinkes harus aktif memberikan edukasi tentang pola makan yang baik, sekaligus mengawasi peredaran makanan dan minuman yang masuk di daerah kita,” tambahnya.
Ratna juga menekankan pentingnya penyuluhan rutin di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat untuk menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Edukasi tersebut, katanya, menjadi langkah preventif penting untuk menekan risiko gagal ginjal dan penyakit metabolik lainnya pada generasi muda.
Ia berharap upaya-upaya ini dapat segera direalisasikan sehingga anak-anak di Berau terlindungi dari ancaman kesehatan yang semakin meningkat.
“Anak-anak adalah masa depan daerah. Kita harus memastikan mereka tumbuh sehat dengan pola hidup yang lebih baik,” tutupnya. (ADV)










