BERAU – DPRD Berau menekankan pentingnya percepatan relokasi warga terdampak banjir di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp5 miliar dalam APBD tahun berjalan, pelaksanaan pembangunan hunian baru dinilai tidak boleh mengalami penundaan.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, meminta Pemerintah Kabupaten Berau segera masuk pada tahap realisasi fisik. Menurutnya, kondisi cuaca yang belakangan ini didominasi hujan dengan intensitas tinggi meningkatkan risiko banjir susulan, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai.
“Kita lihat di kota saja hujan sedikit sudah banjir di mana-mana. Apalagi Long Ayap yang posisinya di tepi sungai, tentu lebih rawan,” ujarnya.
Ia menilai, relokasi bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan warga. Terlebih, anggaran dan kesiapan lahan disebut sudah tersedia.
“Kalau anggaran sudah tersedia, perencanaan sudah matang, dan lahan juga siap, maka pembangunan fisik jangan ditunda terlalu lama,” tegasnya.
Sementara itu, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Pemkab Berau memastikan dana lebih dari Rp5 miliar tersebut dialokasikan untuk tahap awal pembangunan 37 unit rumah bagi warga terdampak.
Total terdapat 76 kepala keluarga yang masuk dalam daftar relokasi, dan sisanya ditargetkan dapat dibangun pada tahun yang sama.
Kepala Bidang Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra, menjelaskan bahwa lokasi baru telah disiapkan di area yang lebih aman dan tidak berada di sempadan sungai. Saat ini, proses masih dalam tahap pengukuran lahan oleh Bagian Aset.
“Lahan ini merupakan hibah dari warga Long Ayap kepada pemerintah daerah. Setelah rumah selesai dibangun, lahan tersebut akan dihibahkan kembali kepada warga,” jelasnya.
Rumah yang akan dibangun dirancang dengan tipe 36 dan dikerjakan melalui mekanisme lelang. Pelaksanaan konstruksi ditargetkan mulai setelah Ramadan. (ADV)











