SAMARINDA — Persoalan infrastruktur dasar hingga kebersihan lingkungan mencuat dalam agenda reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Adnan Faridhan di kawasan Tarmidi, Samarinda Kota, Kamis (13/02/2026).
Dalam dialog tersebut, warga menyoroti belum optimalnya saluran drainase di lingkungan mereka. Ketiadaan parit pembuangan air yang memadai dinilai berpotensi menimbulkan genangan saat hujan deras.
“Kami berharap ada perhatian serius terhadap saluran air di sini. Kalau hujan deras, air sering menggenang karena paritnya belum memadai,” ujar salah seorang warga dalam forum tersebut.
Selain drainase, persoalan kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian. Warga menilai budaya gotong royong perlu kembali digalakkan agar kondisi kampung tetap bersih dan sehat.
“Kami sebenarnya kompak, tapi memang perlu dorongan supaya kegiatan bersih-bersih rutin bisa berjalan lagi,” kata warga lainnya.
Aspirasi turut diarahkan pada kebutuhan pembenahan kantor kelurahan. Masyarakat berharap fasilitas pelayanan publik itu dapat diperbaiki agar aktivitas administrasi lebih nyaman dan efisien.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Anggota DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan, memastikan seluruh aspirasi akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di legislatif.
“Reses ini menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua masukan akan kami catat dan tindak lanjuti sesuai kewenangan,” tegasnya.
Politikus asal Fraksi Golkar itu menambahkan, persoalan drainase, kebersihan lingkungan, dan fasilitas pelayanan publik merupakan bagian dari pembangunan dasar yang harus mendapat perhatian berkelanjutan.
“Pembangunan itu bukan hanya proyek besar, tapi juga hal-hal mendasar seperti saluran air dan pelayanan kelurahan. Itu yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Reses berlangsung dalam suasana dialogis, dengan warga aktif menyampaikan harapan agar pembangunan di wilayah Tarmidi dapat berjalan lebih merata dan menyentuh kebutuhan sehari-hari.











