gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Soroti Ketimpangan Sarana Pendidikan, DPRD Desak Pembenahan Sekolah di Kampung

Ilustrasi sekolah di Kecamatan Gunung Tabur (ist)
banner 728x250

BERAU – Persoalan fasilitas pendidikan di wilayah pelosok kembali menjadi perhatian legislatif. Perhatian itu datang dari Anggota Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong.

Ia menilai, masih terdapat ketimpangan sarana dan prasarana sekolah, khususnya di kampung-kampung, yang perlu segera dibenahi secara serius.

Menurutnya, pernyataan mengenai peningkatan kualitas pendidikan di beberapa kecamatan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia merespons keterangan Dinas Pendidikan Kabupaten Berau yang menyebut adanya kemajuan signifikan, terutama di wilayah Kecamatan Gunung Tabur.

Feri menegaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berbicara soal capaian akademik dan kurikulum, tetapi juga harus diimbangi dengan fasilitas yang layak dan mendukung proses belajar mengajar.

Ia mencontohkan kondisi salah satu sekolah dasar di Kampung Tasuk yang dinilai masih jauh dari kata ideal. Saat hujan turun, halaman sekolah kerap tergenang air hingga berlumpur, sehingga menghambat aktivitas siswa.

β€œKalau hujan, halaman sekolah tidak bisa dipakai karena sepatu siswa pasti berlumpur semua. Bahkan di sana sering banjir,” ujarnya.

Selain persoalan halaman sekolah, ia juga menyoroti kualitas bangunan yang dinilai kurang memadai. Beberapa pintu ruang kelas disebut menggunakan material tipis dengan rangka yang tidak kokoh, sehingga mudah mengalami kerusakan.

β€œPintu-pintunya dari bahan tipis, rangkanya juga sama. Sekali dibuka saja bisa patah. Ini tentu mengganggu proses belajar mengajar,” jelasnya.

Feri memandang kondisi tersebut sebagai bukti masih adanya kesenjangan fasilitas pendidikan antarwilayah di Kabupaten Berau. Karena itu, ia meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sekolah di daerah kampung dan pelosok.

Ia juga mendorong agar alokasi anggaran pendidikan diprioritaskan bagi sekolah yang membutuhkan rehabilitasi mendesak, bukan hanya difokuskan pada wilayah yang relatif sudah berkembang.

Baca Juga  DPRD Berau Kritik Minimnya Sinkronisasi Program, Waris: Jangan Hanya Asal Bos Senang

β€œHarus ada evaluasi komprehensif. Anggaran sebaiknya difokuskan pada sekolah yang benar-benar memerlukan perhatian ekstra,” tegasnya.Β (ADV)Β 

banner 728x90
SMSI