gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Tragedi Gizi: Ribuan Pelajar Keracunan Akibat Bahan Baku Tak Segar dalam Program MBG

Nandar Maulana, 17, terbaring lemas di dalam ambulans yang akan membawanya untuk dirujuk ke rumah sakit karena keracunan MBG di Bandung Barat, Jabar, 25 September 2025. ( REUTERS/Willy Kurniawan)
banner 728x250

JAKARTA – Kasus keracunan massal yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan keprihatinan mendalam.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyatakan bahwa peristiwa ini berada di luar nalar, terutama terkait kelalaian dalam pengelolaan bahan makanan.

Ia mengungkapkan bahwa ayam yang digunakan sebagai lauk dalam program MBG telah dibeli sejak Sabtu, namun baru dimasak empat hari kemudian, tepatnya pada Rabu.

“Saya juga tidak mentolerir bahan baku yang tidak fresh. Karena kejadian di Bandung ini sungguh di luar nalar,” ungkap Nanik saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Ia menambahkan bahwa dalam kondisi rumah tangga, menyimpan satu atau dua ayam mungkin masih aman jika disimpan dalam freezer. Namun, dalam kasus ini, jumlah ayam yang disimpan mencapai 350 ekor.

“Kalau 350 ayam, freezer mana yang kuat menyimpan?” ujar Nanik, menyoroti lemahnya manajemen dapur MBG.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menunjukkan total korban keracunan hingga Kamis (25/9/2025) mencapai 1.333 orang. Kejadian ini tersebar di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, termasuk di antaranya pelajar dari SD hingga SMK.

Kasus pertama berasal dari klaster Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipari, yang terjadi pada 22–23 September dengan 393 korban.

Selanjutnya, di Cihampelas, sebanyak 192 siswa dari berbagai sekolah turut menjadi korban. Sementara itu, klaster lain di Desa Neglasari, Citalem, dan Cijambu menyumbang 201 korban tambahan.

Ironisnya, sehari setelah kejadian pertama, insiden serupa kembali terjadi dengan jumlah korban lebih besar, yakni 730 orang.

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga sesak napas setelah menyantap makanan MBG. (Redaksi)

banner 728x90
Baca Juga  Disdikbud Kaltim Larang Pelajar SMA/SMK Ikut Demo 1 September Besok, Akademisi Ingatkan Hak Konstitusional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *