BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda Reses III Tahun Anggaran 2025 di Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, pada Sabtu (6/12/2025). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang telah lama menghambat aktivitas dan kesejahteraan mereka, terutama terkait infrastruktur, kelautan, hingga kebutuhan pelaku usaha mikro.
Keluhan paling mencolok datang dari kondisi jalan poros menuju Teluk Semanting yang dinilai masih jauh dari layak. Warga menilai jalur itu seolah terabaikan, berbeda dengan kawasan perkotaan yang lebih sering mendapatkan porsi anggaran. Menanggapi hal itu, Sutami mendorong masyarakat untuk turut mendesakkan perbaikan mulai dari level pemerintahan terbawah.
“Kami mengajak masyarakat ikut memperjuangkan ini mulai dari pemerintah paling bawah agar tidak terabaikan,” ungkapnya.
Persoalan lainnya yang mengemuka ialah maraknya praktik ilegal fishing menggunakan pukat hela (trawl) yang merugikan nelayan lokal. Warga meminta tindakan tegas atas aktivitas yang merusak ekosistem laut tersebut. Sutami menegaskan akan meneruskan laporan ini kepada aparat berwenang.
“Penangkapan ikan ilegal akan kami sampaikan kepada Polairut. Meski kewenangan kelautan berada di provinsi, bukan berarti kabupaten bisa lepas tangan,” tegasnya.
Dalam dialog itu, kelompok nelayan juga mengusulkan bantuan alat tangkap hingga kapal dompeng. Sutami berjanji akan memperjuangkannya melalui koordinasi dengan Pemprov Kaltim.
“Permintaan kapal dompeng akan kami komunikasikan dengan Dinas Kelautan Provinsi agar bantuan bisa turun sesuai kebutuhan,” katanya.
Masalah pupuk subsidi turut menjadi sorotan. Warga menilai distribusinya tidak tepat sasaran. Sutami menekankan perlunya evaluasi menyeluruh.
“Masalah pupuk subsidi di Berau memang masih kurang baik. Ini akan kami dorong agar tidak ada pihak yang bermain dalam proses distribusinya,” tuturnya.
Di sisi energi, Sutami menyampaikan optimisme terkait rencana masuknya jaringan Mahakam yang diproyeksikan membuat Berau surplus listrik.
“Kami berharap manfaatnya dirasakan hingga kampung, termasuk Teluk Semanting,” ucapnya.
Pelaku UMKM juga mengeluhkan kondisi rumah produksi yang rusak dan membutuhkan perbaikan. Hal itu turut menjadi perhatian Sutami untuk dibahas bersama OPD terkait. Ia menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi dasar dalam pembahasan program dan anggaran pemerintah daerah. (ADV)










