gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Maisyarah Rahmi Hasan, Perempuan Penggerak dari UINSI yang Menjadi Gender Champion Samarinda 2025

Suasana penerimaan penghargaan yang diserahkan oleh Walikota Samarinda (dok: Maisyarah)
banner 728x250

SAMARINDA – Di sebuah ruangan yang dipenuhi tepuk tangan dan tatapan bangga, nama Maisyarah Rahmi Hasan disebut sebagai Juara 1 Gender Champion Samarinda 2025.

Sosok perempuan yang sehari-hari dikenal lembut, namun tegas dengan idealismenya, melangkah maju menerima penghargaan dari Wali Kota Samarinda.

Di balik senyum tenangnya sebagai seorang pengajar di kampus hijau, tersimpan perjalanan panjang tentang keberanian, komitmen, dan dedikasi.

Maisyarah bukanlah nama baru dalam gerakan pemberdayaan perempuan di Samarinda. Dari ruang-ruang pengabdian di UINSI Samarinda hingga pertemuan komunitas di kelurahan-kelurahan terpencil, ia hadir membawa edukasi, literasi halal, serta pendampingan UMKM perempuan.

Pencapaian ini melengkapi jejak Maisyarah sebagai perempuan inspiratif yang tak berhenti bergerak. Melalui penghargaan ini, kiprahnya diakui sebagai kontribusi penting bagi wajah pembangunan yang lebih inklusif.

Program-program yang ia bangun tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga kepercayaan diri bagi mereka yang kerap tersisih dari arus pembangunan. Di panggung penghargaan, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan apresiasi mendalam.

“Para champion seperti Maisyarah membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari kepedulian yang konsisten. Kesetaraan gender bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata yang memperkuat pondasi pembangunan kota,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Menurut DP2PA Kota Samarinda, penilaian Gender Champion dilakukan secara ketat. Inovasi program, dampak nyata, dan keberlanjutan kontribusi menjadi indikator utama. Dari proses seleksi tersebut, kiprah Maisyarah menonjol.

Ia bukan sekadar memimpin pusat studi, tetapi menjadikan pengetahuan sebagai alat untuk mendorong perubahan sosial.

“Beliau bekerja tidak hanya dari balik meja, tetapi terjun langsung, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan menjawabnya dengan aksi nyata,” ungkap perwakilan DP2PA.

Mendengar namanya disebut sebagai pemenang, Maisyarah mengaku sempat tak percaya. Ia menghela napas panjang sebelum menaiki panggung, seakan menata kembali potongan perjalanan yang membawanya sampai ke titik ini.

Baca Juga  Plafon GOR Pemuda Berau Ambruk Saat Turnamen Futsal, Penonton Kaget

“Ini adalah kehormatan besar sekaligus motivasi bagi saya untuk terus berkontribusi. Kesetaraan gender bukan hanya isu perempuan, tetapi fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera,” ucapnya penuh haru.

Di UINSI Samarinda, penghargaan ini menjadi sumber kebanggaan. Rekan-rekan dosen menyebutnya sebagai sosok yang selalu menghidupkan ruang diskusi dengan energi positif. Sementara mahasiswa melihatnya sebagai mentor yang membuka jalan, bukan sekadar memberikan arahan.

Ia memahami bahwa perubahan tidak lahir dari program besar semata, melainkan dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

“Saya yakin dan percaya bahwa setiap langkah pasti berarti, setiap proses pasti berarti, dan konsistensi yang akan mengantarkan kita kepada hasil-hasil yang besar nantinya,” jelasnya dengan semangat.

Maisyarah menyampaikan penghargaan yang ia capai ini berkat orang-orang yang selalu berjalan bersama dirinya. Baik, saat senang maupun saat susah.

“Ini adalah hasil dari kita semua, kerja keras ini harus kita apresiasi dengan penghargaan yang diperoleh ini,” tandasnya.

Melalui gelar Gender Champion Samarinda 2025, Maisyarah kembali membuktikan bahwa kerja-kerja sunyi yang dilakukan dengan hati justru mampu menyala paling terang. Ia tidak hanya membawa harum nama UINSI Samarinda, tetapi juga membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk bangkit dan memimpin. (*)

banner 728x90