gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Kohati Berau: Perlindungan Perempuan dan Anak Harus Jadi Prioritas Bersama

banner 728x250

BERAU – Maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau mendapat perhatian serius dari Kohati HMI Cabang Berau. Organisasi tersebut menilai tingginya angka kekerasan seksual menjadi persoalan yang harus segera ditangani secara bersama oleh pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, hingga masyarakat luas.

Ketua Kohati Cabang Berau, Siti Wulan Sari menyampaikan bahwa kasus kekerasan seksual bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga menyangkut pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak besar terhadap kehidupan korban, baik secara fisik, mental, maupun sosial.

“Anak dan perempuan seharusnya mendapatkan perlindungan penuh serta ruang aman untuk tumbuh dan beraktivitas. Namun, realitas hari ini menunjukkan masih banyak korban yang hidup dalam ketakutan akibat kekerasan dan pelecehan seksual,” ujarnya.

Menurutnya, kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, ruang publik, hingga media digital. Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm serius bahwa sistem perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau masih perlu diperkuat.

Kohati Berau pun mendorong untuk terus memperkuat perannya dalam upaya pencegahan, penanganan kasus, pendampingan korban, hingga pemulihan secara menyeluruh. Wulan menilai lembaga tersebut memiliki posisi strategis dalam menghadirkan kebijakan dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Selain itu, Kohati Berau meminta agar edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual dilakukan lebih masif melalui sekolah, kampus, lingkungan keluarga, organisasi masyarakat, hingga media sosial. Edukasi mengenai perlindungan diri, batasan tubuh, consent atau persetujuan, serta keberanian melapor dinilai penting diberikan sejak dini.

“Kami juga memandang penting adanya penguatan edukasi parenting bagi orang tua. Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk rasa aman bagi anak,” kata Siti Wulan.

Baca Juga  Warga Teluk Semanting Suarakan Beragam Persoalan, Sutami Kawal Hingga Tuntas

Ia berharap layanan pengaduan dan pendampingan korban dapat semakin mudah diakses, cepat, aman, dan ramah korban. Menurutnya, banyak korban memilih diam karena takut mendapat tekanan sosial maupun stigma dari lingkungan sekitar.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan maupun pembiaran terhadap tindakan yang merusak masa depan generasi,” tutupnya. (*)

banner 728x90
SMSI