gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

15 Geosite di Berau Dinilai, Pemkab Targetkan Sangkulirang-Mangkalihat Lolos Jadi Geopark Nasional

banner 728x250

BERAU – Kabupaten Berau mulai memasuki tahapan krusial dalam upaya mengantarkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat meraih status Geopark Nasional. Sejak Hari ini (8/7/2026), tim asesor dari Badan Geologi Kementerian ESDM mulai melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah geosite unggulan yang tersebar di wilayah pesisir hingga kawasan bersejarah di Berau.

Sebelum tiba di Bumi Batiwakkal, tim asesor lebih dahulu menyelesaikan agenda penilaian di Kabupaten Kutai Timur. Selanjutnya, mereka dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi prioritas yang dinilai mewakili kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan geopark.

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengatakan pemerintah daerah telah mempersiapkan seluruh rangkaian penilaian secara matang agar proses verifikasi berjalan sesuai indikator yang ditetapkan.

“Tim sudah menyelesaikan penilaian di Kutai Timur dan kini melanjutkan agenda di Berau. Kami berharap seluruh geosite yang dikunjungi mampu menunjukkan potensi sekaligus kesiapan daerah dalam mengelola kawasan geopark secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selama berada di Berau, tim dijadwalkan mengunjungi sejumlah geosite yang berada di Kecamatan Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk, hingga Biatan. Selain kawasan geologi, rombongan juga akan meninjau situs budaya seperti Keraton Sambaliung dan Museum Gunung Tabur sebagai bagian dari penilaian terhadap nilai sejarah dan budaya yang menjadi satu kesatuan dalam konsep geopark.

Muhammad Said mengungkapkan, Berau memiliki peran strategis dalam pengusulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat karena menyumbang jumlah geosite terbanyak dibanding wilayah lainnya.

“Dari 26 geosite yang masuk dalam kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, sebanyak 15 berada di Kabupaten Berau. Ini menjadi kekuatan sekaligus amanah bagi kami untuk memastikan seluruh potensi tersebut dikelola dengan baik,” katanya.

Menurutnya, geosite di Berau memiliki karakter yang beragam, mulai dari bentang alam karst, gua purba, hingga kawasan pesisir yang memiliki nilai ilmiah tinggi. Sejumlah lokasi seperti Goa Beloyot di Kampung Merabu dan kawasan Kepulauan Maratua menjadi contoh kekayaan geologi yang telah dikenal hingga tingkat nasional.

Baca Juga  DPRD Minta Pemkot Samarinda Tertibkan Harga Seragam Sekolah, Ini Kata Disdik

Namun, karena keterbatasan waktu, tim asesor hanya akan melakukan peninjauan terhadap beberapa geosite prioritas yang dianggap paling representatif dalam proses evaluasi.

Muhammad Said menambahkan, sebelum pelaksanaan verifikasi, Pemkab Berau bersama Badan Pengelola Geopark telah menggelar simulasi kunjungan sebanyak dua kali. Persiapan tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah, pemerintah kampung, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga masyarakat di sekitar geosite.

“Yang ingin kami tunjukkan bukan hanya keindahan alamnya, tetapi juga komitmen semua pihak dalam menjaga kawasan ini. Geopark harus memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek konservasi dan edukasi,” pungkasnya.

Hasil verifikasi lapangan tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional. Pemerintah Kabupaten Berau optimistis seluruh tahapan penilaian dapat dilalui dengan baik sehingga pengakuan nasional terhadap kawasan tersebut dapat segera terwujud. (ADV/10)

banner 728x90
SMSI