gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Gamalis Pantau IPA Gurimbang, Operasional Air Bersih Pulih Setelah Terdampak Air Asin

banner 728x250

BERAU – Operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang milik Perumda Air Minum Batiwakkal Berau kembali berjalan normal selama 24 jam setelah sebelumnya mengalami pembatasan produksi akibat intrusi air laut yang masuk ke sumber air baku.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, memastikan langsung kondisi tersebut dengan melakukan peninjauan ke IPA Gurimbang di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi operasional instalasi sekaligus memastikan kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi standar sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Gamalis turut melihat sejumlah parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas air, termasuk tingkat Total Dissolved Solids (TDS), suhu, serta indikator lainnya.

Menurut Gamalis, hasil pemantauan menunjukkan kondisi air baku di IPA Gurimbang telah mengalami perbaikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, instalasi yang sempat mengurangi waktu produksi kini telah kembali beroperasi penuh.

“Kami ingin memastikan secara langsung bagaimana kondisi air di IPA Gurimbang, mulai dari tingkat TDS, suhu hingga parameter lain yang menjadi dasar penilaian kualitas air. Dari hasil pemeriksaan hari ini, kondisinya sudah kembali memungkinkan untuk diolah dan disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, IPA Gurimbang hanya dapat beroperasi selama kurang lebih 12 jam dalam sehari. Pembatasan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kadar air asin yang masuk ke sumber air baku akibat pasang surut sungai di tengah minimnya curah hujan.

Gamalis menjelaskan, berkurangnya debit air tawar dari wilayah hulu membuat air asin dari arah hilir dapat masuk lebih jauh ke aliran sungai.

Namun, kondisi tersebut kini mulai membaik sehingga produksi air bersih dapat kembali dilakukan selama 24 jam.

Baca Juga  Mercure Berau Berdayakan 61 Produk UMKM Lokal, Tamu Bisa One Stop Shopping Oleh-Oleh

“Alhamdulillah, pelayanan yang sebelumnya harus dibatasi kini sudah kembali berjalan selama 24 jam. Kami tentu berharap hujan bisa segera turun, terutama di wilayah hulu, agar debit air tawar meningkat dan dapat menahan masuknya air asin dari arah hilir,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama Perumda Air Minum Batiwakkal akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku. Hal ini penting karena sistem IPA Gurimbang memiliki peran dalam mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat di kawasan Gurimbang dan wilayah Sambaliung.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Saipul Rahman, mengatakan intrusi air laut mulai dirasakan sejak sekitar 24 Agustus lalu. Kondisi tersebut dipicu oleh tidak turunnya hujan dalam beberapa hari, sehingga air asin dapat masuk hingga ke titik pengambilan air baku.

Ia mengungkapkan, pada kondisi terburuk, angka TDS di intake Gurimbang sempat mencapai sekitar 1.700 ppm. Untuk menjaga kualitas air yang dihasilkan, petugas melakukan pemantauan kondisi air secara berkala.

“Ketika kondisi intrusi terjadi cukup tinggi, kami harus melakukan pengawasan lebih ketat. Pemeriksaan dilakukan secara rutin, bahkan setiap jam, karena jika nilainya melampaui batas yang diperbolehkan, pengolahan harus dihentikan sementara,” ungkapnya.

Menurut Saipul, dalam dua hari terakhir kondisi air mulai membaik sehingga IPA Gurimbang kembali dapat menjalankan proses produksi selama 24 jam.

Selain memantau perubahan kondisi air, Perumda Batiwakkal juga melakukan langkah antisipasi melalui interkoneksi sistem antara IPA Gurimbang dan Sambaliung guna menjaga ketersediaan pasokan air.

“Kondisi saat ini sudah jauh lebih baik dan produksi kembali berjalan penuh. Meski demikian, kami mengimbau masyarakat tetap menggunakan air secara bijak. Penggunaan yang berlebihan dapat berdampak pada pelanggan lain, terutama masyarakat yang berada di bagian ujung jaringan,” pungkasnya. (*)

banner 728x90
SMSI