gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Kurangi Ketergantungan Tambang, Arman Nofriansyah Serukan Hilirisasi dan Optimalisasi Lahan Eks Tambang

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah (ist)
banner 728x250

BERAU – Ketergantungan terhadap sektor pertambangan dinilai tidak bisa terus menjadi tulang punggung pembangunan daerah. Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menegaskan bahwa Kabupaten Berau harus mulai menyiapkan arah baru pembangunan ekonomi sebelum masa produksi tambang berakhir.

Menurutnya, sektor tambang memiliki keterbatasan dan tidak dapat diandalkan selamanya. Karena itu, transformasi ekonomi harus dirancang sejak sekarang agar daerah tidak mengalami ketimpangan saat produksi menurun.

“Tambang ini ada batasnya. Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor ekstraktif. Mulai sekarang harus dipikirkan langkah konkret untuk menyiapkan ekonomi Berau pasca tambang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, salah satu strategi yang didorong DPRD adalah memperkuat hilirisasi di berbagai sektor potensial. Dengan hilirisasi, sumber daya alam tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah agar memiliki nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.

“Jangan sampai kita hanya jadi penyuplai bahan baku. Kita ingin ada proses lanjutan di daerah supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Arman juga menekankan pentingnya selektivitas dalam menerima investasi. Ia menilai investasi yang kurang memberikan dampak nyata perlu dievaluasi dan dialihkan ke sektor yang lebih produktif.

“Kalau ada investasi yang tidak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, sebaiknya ditinjau ulang. Kita ingin investasi yang betul-betul menyentuh kepentingan rakyat,” katanya.

Ia memandang sektor pertanian dan perkebunan sebagai alternatif jangka panjang yang lebih stabil dibandingkan tambang. Lahan-lahan eks tambang yang belum termanfaatkan secara maksimal dinilai memiliki potensi besar jika direklamasi dan dikelola dengan baik.

“Lahan bekas tambang jangan dibiarkan begitu saja. Dengan perencanaan yang matang, itu bisa kita manfaatkan untuk perkebunan sawit atau komoditas produktif lainnya,” jelasnya.

Baca Juga  Legislator Minta Kajian Kuat Sebelum Pembangunan Pabrik Minyak Goreng di Berau

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengelolaan lahan tersebut tidak cukup hanya pada tahap penanaman kembali, tetapi juga harus terhubung dengan industri pengolahan.

“Kita tidak bicara tanam saja, tapi bagaimana hasilnya bisa diolah di sini. Itu yang akan membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal,” tambahnya.

Sebagai contoh transformasi daerah, ia menyinggung keberhasilan Bontang dalam membangun fondasi ekonomi yang lebih beragam. Menurutnya, Berau juga memiliki peluang yang sama jika perencanaan dilakukan secara serius.

“Masa kita tidak bisa seperti Bontang? Kuncinya ada pada perencanaan dan komitmen bersama,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI