BERAU – Fenomena anak-anak yang berjualan di malam hari di sejumlah titik di Kabupaten Berau semakin menjadi perhatian legislatif. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai fenomena ini perlu penanganan yang bijaksana dengan tetap mengedepankan perlindungan hak anak dan pemenuhan akses pendidikan.
Menurut Sumadi, meskipun keterlibatan anak dalam kegiatan ekonomi sering kali dianggap negatif, dalam kondisi tertentu, berdagang bisa menjadi sarana untuk melatih tanggung jawab dan kemandirian. Namun, yang lebih penting adalah adanya pengawasan yang memadai agar aktivitas tersebut tidak mengganggu hak dasar anak.
“Jika anak ingin berdagang, mereka tetap harus didampingi. Jangan dilarang sepenuhnya, namun juga jangan dibiarkan tanpa pengawasan. Yang paling penting adalah mereka tetap bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya dengan tegas.
Ia menambahkan, hak anak untuk mengenyam pendidikan harus diutamakan. Orang tua harus memastikan bahwa kegiatan berjualan tidak mengganggu jam belajar anak, serta kondisi fisik dan kesehatan mereka.
Sumadi juga menyoroti masalah keamanan, terutama bagi anak perempuan yang berada di ruang publik hingga larut malam. Menurutnya, risiko sosial yang dihadapi anak-anak pada malam hari perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga maupun pemerintah daerah.
“Pendampingan sangat penting, apalagi jika anak-anak berjualan sampai malam. Keamanan mereka harus menjadi prioritas utama,” kata Sumadi.
Sebagai solusi, DPRD Berau mendorong kolaborasi aktif antara instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Satpol PP untuk memberikan edukasi kepada orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang berjualan di malam hari. Pendekatan yang dilakukan, menurut Sumadi, harus lebih bersifat pembinaan, bukan sekadar penertiban.
“Pendekatan yang dilakukan harus bersifat mendidik. Kita ingin menciptakan solusi yang tidak merugikan anak. Aktivitas ekonomi yang dijalani anak-anak harus tetap sejalan dengan hak mereka untuk tumbuh kembang dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang memadai,” tegasnya.
Sumadi juga berharap agar masyarakat dan pemerintah daerah bekerja sama untuk menjaga masa depan anak-anak. Ia menekankan, niat baik untuk membantu orang tua dengan cara bekerja di usia dini jangan sampai mengorbankan masa depan pendidikan anak.
“Kita semua harus memastikan bahwa niat baik ini tidak merugikan masa depan mereka. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (ADV)











