gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Keselamatan Wisata Disorot, DPRD Berau Dorong Wajib Lifeguard di Kawasan Pantai

Wakil ketua l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Subroto
banner 728x250

BERAU – Dorongan untuk meningkatkan aspek keselamatan di destinasi wisata pesisir Berau semakin menguat setelah insiden yang melibatkan seorang anak di kawasan Lamin Guntur, Biduk-Biduk. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sistem pengamanan di objek wisata, khususnya pantai, masih perlu diperkuat.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menegaskan bahwa keberadaan tenaga penjaga pantai atau lifeguard sudah seharusnya menjadi kebutuhan utama, bukan sekadar pelengkap fasilitas wisata.

Ia menjelaskan, kawasan pesisir seperti Biduk-Biduk, Derawan, hingga Maratua memiliki potensi risiko yang tidak bisa diabaikan. Karakteristik alam seperti arus laut dan gelombang, ditambah lonjakan jumlah wisatawan saat musim liburan, membuat potensi kecelakaan semakin tinggi jika tidak diimbangi pengawasan profesional.

“Peran lifeguard sangat vital. Mereka bukan hanya berjaga, tetapi juga memiliki keahlian dalam pencegahan, pertolongan pertama, hingga proses evakuasi saat kondisi darurat,” ujarnya.

Menurut Subroto, pola pengawasan yang selama ini mengandalkan pengelola wisata atau masyarakat sekitar dinilai belum memadai, terutama saat kunjungan wisatawan meningkat tajam. Dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi faktor penentu keselamatan.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan lifeguard perlu dimasukkan sebagai standar pelayanan minimal di setiap destinasi wisata berbasis perairan. Untuk itu, pemerintah daerah didorong segera merumuskan aturan yang mewajibkan penyediaan tenaga penyelamat yang terlatih.

“Jika pariwisata ingin dijadikan sektor unggulan, maka faktor keselamatan tidak boleh diabaikan. Harus ada regulasi yang jelas, termasuk kewajiban menyediakan lifeguard dan sarana pendukungnya,” tegasnya.

Selain regulasi, Subroto mendorong adanya kerja sama lintas sektor guna memenuhi kebutuhan tersebut. Ia menyebut pelatihan dari Basarnas, dukungan tenaga kesehatan, serta keterlibatan pemerintah kampung dan pelaku usaha wisata sebagai langkah strategis yang perlu dilakukan.

Baca Juga  DPRD Berau Minta Perusahaan Sajikan Data CSR dan Ketenagakerjaan Secara Rinci

Ia juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat lokal untuk dilatih menjadi lifeguard profesional, sehingga selain meningkatkan keamanan wisata, juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.

“Jangan sampai destinasi kita dikenal karena keindahannya saja, tetapi mengabaikan faktor keselamatan. Perlindungan bagi pengunjung harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (ADV)

banner 728x90
SMSI