BERAU – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, DPRD Berau mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengesampingkan pemeliharaan infrastruktur yang telah ada. Perawatan dinilai menjadi langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan aset daerah bernilai besar.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menegaskan bahwa penghematan anggaran tidak boleh berdampak pada terabaikannya fasilitas vital, termasuk sejumlah jembatan yang kini mulai menunjukkan penurunan kondisi.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Jembatan Segah, yang menurutnya sudah lama diusulkan untuk mendapatkan perbaikan, namun hingga kini belum terealisasi secara optimal.
“Efisiensi memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan pemeliharaan aset yang nilainya sangat besar. Kalau dibiarkan, justru kerugiannya akan jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia menilai, perawatan infrastruktur seharusnya menjadi bagian dari prioritas pembangunan, bukan sekadar pelengkap. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan jauh lebih kecil dibandingkan dengan biaya perbaikan total jika kerusakan sudah parah.
“Jangan sampai kita kehilangan aset bernilai ratusan miliar rupiah hanya karena menunda perawatan. Ini bukan langkah yang bijak dalam pengelolaan anggaran,” tegasnya.
Dedy juga mengungkapkan bahwa usulan perbaikan Jembatan Segah bukan hal baru. Aspirasi tersebut telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu, sehingga ia meminta agar pemerintah daerah lebih serius mengawal realisasinya.
“Ini sudah lama diperjuangkan. Harus ada komitmen agar bisa masuk dalam skala prioritas, meskipun kondisi anggaran sedang terbatas,” katanya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak selalu harus berorientasi pada proyek baru. Menjaga dan memastikan infrastruktur yang sudah ada tetap berfungsi dengan baik juga merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas belanja, dengan menempatkan perlindungan aset strategis sebagai kebutuhan mendesak.
“Pembangunan itu bukan hanya membangun yang baru, tetapi juga merawat yang sudah ada agar manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (ADV)











