gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

APK Tinggi, DPRD Berau Ingatkan Mutu Guru PAUD dan Akses Pendidikan Belum Merata

banner 728x250

BERAU – Capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Berau yang mencapai 96,84 persen pada 2025 mendapat perhatian dari DPRD Berau. Meski dinilai menunjukkan kemajuan, angka tersebut dianggap belum sepenuhnya mencerminkan kualitas layanan pendidikan usia dini di lapangan.

Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi, terutama terkait kualitas tenaga pendidik PAUD.

“Capaian ini memang patut diapresiasi, tetapi kita tidak boleh lengah. Masih ada anak usia dini yang belum terjangkau layanan PAUD,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta kesiapan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Oleh karena itu, peningkatan kualitas guru menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan.

Frans mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak tenaga pendidik PAUD di Berau yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal, yakni diploma empat (D4) atau sarjana (S1). Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada kualitas pembelajaran yang diterima anak.

“Kalau kita ingin meningkatkan mutu PAUD, maka gurunya harus lebih dulu diperkuat. Jangan sampai mereka dibebani tanggung jawab besar, tetapi tidak didukung dengan peningkatan kapasitas yang memadai,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperluas program peningkatan kompetensi guru, mulai dari pelatihan berkelanjutan hingga pemberian beasiswa pendidikan lanjutan bagi tenaga pendidik PAUD.

Di sisi lain, Frans juga menyoroti dominasi lembaga PAUD swasta di Berau. Dari ratusan satuan pendidikan prasekolah yang ada, hanya sebagian kecil yang berstatus negeri, sementara mayoritas dikelola oleh pihak swasta.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kehadiran pemerintah daerah untuk memastikan tidak terjadi kesenjangan dalam dukungan, baik dari sisi sarana, pembinaan tenaga pendidik, maupun operasional lembaga.

Baca Juga  Perkuat Industri Lokal Berbasis UMKM, Diskoperindag Berau Fokuskan Hilirisasi Produk Unggulan

“Sebagian besar layanan PAUD kita ditopang oleh swasta. Artinya, perhatian pemerintah harus merata, tidak hanya terfokus pada lembaga negeri,” katanya.

Selain itu, ia juga menilai pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap urgensi pendidikan usia dini, terutama di wilayah kampung dan daerah terpencil.

“Masih ada orang tua yang menganggap PAUD belum terlalu penting. Padahal ini fase krusial dalam tumbuh kembang anak. Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI