gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Dekranasda Berau Siapkan Pengrajin Pulau Derawan Naik Kelas, Limbah Kelapa Diolah Jadi Produk Bernilai Jual

banner 728x250

BERAU – Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan lokal terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau. Salah satunya melalui pelatihan pengolahan limbah kelapa yang digelar di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, pada 29 Mei hingga 2 Juni 2026.

Kegiatan yang dibuka pada Jumat (29/5/2026) tersebut diikuti para pengrajin dan masyarakat setempat yang ingin mengembangkan keterampilan mengolah limbah kelapa menjadi berbagai produk kreatif bernilai ekonomi. Selain materi teknis pembuatan kerajinan, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait strategi pemasaran dan promosi produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketua Dekranasda Berau, Edy Siswanto, mengatakan pengrajin lokal memiliki peluang besar untuk berkembang, meskipun saat ini masih harus bersaing dengan daerah-daerah yang lebih maju dalam sektor industri kreatif.

“Kita masih bersaing secara produk, kemungkinan masih berada. Kita masih perlu banyak berlatih, publikasi masih lemah pula jadi perlu ada akun khusus untuk promosi. Jadi apapun yang kita buat perlu kita publikasi, kita akan buat tim khusus untuk market,” ujarnya.

Menurut Edy, salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku kerajinan lokal bukan hanya kualitas produk, tetapi juga promosi dan pemasaran yang belum optimal. Karena itu, Dekranasda berupaya memperkuat aspek tersebut agar hasil karya masyarakat lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Dalam pelatihan kali ini, Dekranasda menghadirkan instruktur dari Bantul, Yogyakarta, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan perkembangan industri kerajinan dan wisata kreatif yang cukup maju. Kehadiran narasumber dari luar daerah diharapkan dapat memberikan wawasan serta keterampilan baru bagi para peserta.

“Daerah ini memang terkenal dengan industri wisata yang maju. Maka dari itu kita undang, supaya pengrajin lokal khususnya di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan dapat menyamai produknya, itu target minimal,” jelasnya.

Baca Juga  Ambisi Tanpa Hitungan Dinilai Picu Proyek Tak Tuntas di Berau

Ia menilai limbah kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai tambah. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

“Saya berharap melalui pelatihan ini peserta dapat meningkatkan kerajinan dan dapat membuka usaha sendiri melalui limbah kelapa ini,” katanya.

Edy juga menyampaikan apresiasi kepada para instruktur dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk mendorong tumbuhnya industri kerajinan berbasis potensi lokal di Kabupaten Berau.

Ke depan, Dekranasda Berau berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan serupa guna meningkatkan kapasitas pengrajin daerah. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pengrajin lokal diyakini mampu menghasilkan produk yang lebih kompetitif dan tidak kalah bersaing dengan daerah lain.

“Kita akan dorong pelatihan-pelatihan, daerah lain mungkin unggul tapi kita tidak ketinggalan jauh, masih dapat bersaing,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI