gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Disdik Berau Optimalkan Aset Pendidikan, Gedung hingga Lahan Sekolah Didorong Lebih Produktif

banner 728x250

BERAU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau terus mencari terobosan dalam memaksimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki. Tidak hanya mengandalkan fasilitas gedung untuk disewakan, instansi tersebut juga mulai mengarahkan lahan-lahan sekolah yang belum termanfaatkan agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung kegiatan pembelajaran.

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan optimalisasi aset dilakukan tanpa mengurangi fungsi utama sebagai sarana pendidikan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah aset yang dapat dikelola lebih produktif sehingga mampu memberikan manfaat bagi daerah maupun satuan pendidikan.

Salah satu aset yang telah memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah adalah Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Berau di Jalan Ramania, Tanjung Redeb. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat maupun instansi untuk berbagai kegiatan melalui mekanisme penyewaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Antusiasme masyarakat menggunakan gedung ini cukup tinggi. Hampir setiap hari dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dan hasilnya memberikan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Mardiatul.

Ia menjelaskan, tingginya tingkat pemanfaatan gedung tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Berau melalui renovasi fasilitas. Saat ini bangunan telah dilengkapi berbagai sarana penunjang, termasuk videotron, sehingga semakin layak digunakan untuk berbagai kegiatan berskala besar.

Selain memaksimalkan gedung yang telah ada, Disdik juga menyiapkan pembangunan fasilitas baru yang dilengkapi ruang pertemuan dan kamar. Ke depan, fasilitas tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan masyarakat melalui sistem penyewaan sehingga mampu memberikan nilai tambah terhadap pengelolaan aset daerah.

Di sisi lain, Disdik mulai menginventarisasi lahan sekolah yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan tersebut diarahkan menjadi area budidaya tanaman hortikultura maupun palawija agar lebih produktif sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik.

Baca Juga  PSSI Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert

“Kami ingin lahan sekolah tidak hanya menjadi ruang kosong. Jika dimanfaatkan untuk tanaman produktif seperti jeruk, semangka atau komoditas lainnya, hasilnya bisa mendukung pembelajaran sekaligus memberi manfaat ekonomi,” jelasnya.

Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mardiatul mencontohkan, SD 001 Tumbit Melayu telah berhasil membudidayakan tanaman jeruk dan hasil panennya dipasarkan kepada SPPG.

“Contoh di SD 001 Tumbit Melayu menunjukkan bahwa aset sekolah dapat dikelola secara produktif. Selain menjadi media belajar bagi siswa, hasilnya juga memberikan manfaat ekonomi dan mendukung kebutuhan program pemenuhan gizi,” tutupnya. (ADV13) 

banner 728x90
SMSI