gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Maratua Jadi Panggung Kolaborasi Wisata dan Budaya Lewat Festival M2F 2026

banner 728x250

BERAU – Pulau Maratua kembali menjadi pusat perhatian melalui gelaran Maratua Musik Festival (M2F) 2026 yang resmi dimulai pada Selasa (30/6/2026) malam. Mengangkat tema “Harmonisasi”, festival ini hadir sebagai ruang kolaborasi yang memadukan keindahan alam bahari, kekayaan budaya pesisir, serta kreativitas seni masyarakat Berau.

Tidak hanya menghadirkan hiburan musik, M2F 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi pariwisata Kabupaten Berau, khususnya Pulau Maratua yang dikenal memiliki potensi wisata laut dan budaya yang besar.

Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Endah Puspita Sari, menyampaikan bahwa festival tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan destinasi unggulan Berau kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, M2F diharapkan mampu menjadi magnet kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan potensi wisata Maratua dan berbagai kekayaan budaya yang dimiliki Berau. Harapannya, semakin banyak wisatawan yang datang dan sektor pariwisata daerah terus berkembang,” kata Endah.

Maratua Musik Festival sendiri merupakan agenda tahunan yang mulai digelar sejak 2025. Pada tahun kedua pelaksanaannya ini, kegiatan berlangsung mulai 30 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pertunjukan budaya, tradisi masyarakat pesisir, kegiatan komunitas, hingga perlombaan yang melibatkan warga lokal.

Endah menjelaskan, tema “Harmonisasi” dipilih untuk menggambarkan sinergi antara berbagai unsur yang menjadi daya tarik utama Maratua. Mulai dari pesona laut, budaya masyarakat Bajau, hingga perpaduan musik tradisional dan modern.

“Festival ini bukan hanya tentang pertunjukan seni, tetapi juga bagaimana berbagai elemen bisa bergerak bersama. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan oleh pelaku UMKM, komunitas kreatif, seniman, hingga masyarakat sekitar,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Berau Desak Penyelesaian Cepat Sengketa Tanah yang Berlarut-Larut

Ia menilai kegiatan seperti M2F memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

“Maratua memiliki kekuatan besar dari sisi alam dan budaya. Kami akan terus mendukung kegiatan yang mampu mengangkat potensi tersebut agar Berau semakin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata unggulan,” tambahnya.

Ke depan, Endah berharap M2F dapat terus berkembang menjadi festival yang memiliki daya tarik lebih luas, sekaligus menjadi wadah edukasi budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Dukungan terhadap pelaksanaan festival juga datang dari Pemerintah Kecamatan Maratua. Camat Maratua, Ashari, mengapresiasi kehadiran M2F 2026 dan berharap kegiatan tersebut mampu membawa perubahan positif bagi kawasan Maratua.

Ia berharap festival ini dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong kemajuan daerah, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan kawasan wisata.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi Maratua, semakin berkembang, semakin maju, dan semakin dikenal oleh banyak orang,” ujarnya.

Maratua Musik Festival 2026 terselenggara melalui kolaborasi dengan EO Mata Sanggam. Sejumlah musisi nasional turut memeriahkan rangkaian acara, di antaranya Arvian Dwi yang tampil pada 3 Juli 2026 serta Stevan Pasaribu sebagai pengisi acara puncak pada 4 Juli 2026.

Melalui pelaksanaan M2F 2026, Pulau Maratua diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata bahari, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi budaya, kreativitas, dan ekonomi masyarakat lokal. (ADV/8) 

banner 728x90
SMSI