BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memperkuat langkah agar pertumbuhan investasi daerah tidak hanya menghasilkan angka ekonomi, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk ikut berkembang.
Melalui kegiatan Sosialisasi Tata Cara Pelaksanaan Kemitraan di Bidang Penanaman Modal antara Usaha Besar dengan UMKM yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, pemerintah mendorong terciptanya hubungan usaha yang saling menguntungkan antara investor dan pelaku ekonomi lokal.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan keberadaan investasi di Berau mampu menciptakan efek berantai bagi masyarakat, khususnya melalui keterlibatan UMKM dalam rantai bisnis perusahaan besar.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, menyampaikan bahwa arah pembangunan investasi saat ini tidak lagi hanya mengejar peningkatan modal masuk, tetapi juga bagaimana investasi tersebut mampu memberi manfaat langsung bagi daerah.
“Investasi yang hadir di Berau harus memiliki kontribusi yang lebih luas. Pelaku UMKM lokal harus mendapat ruang untuk terlibat, baik sebagai mitra usaha maupun bagian dari rantai kebutuhan perusahaan,” kata Nanang.
Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat kebijakan kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM melalui regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan tata cara pelaksanaan kemitraan di bidang penanaman modal.
Aturan tersebut, menurutnya, menjadi pedoman agar pola kerja sama antara investor dan UMKM berjalan lebih terarah, terbuka, serta memberikan manfaat yang seimbang.
“Perusahaan besar tidak hanya diharapkan hadir sebagai investor, tetapi juga ikut membangun kapasitas pelaku usaha lokal melalui pembinaan, peningkatan kualitas, membuka akses pasar, hingga memperluas peluang kerja sama,” jelasnya.
Nanang menilai, semakin kuat hubungan kemitraan yang dibangun, maka semakin besar pula peluang UMKM Berau untuk meningkatkan skala usaha dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan bentuk pembatasan terhadap dunia usaha, melainkan upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang melibatkan lebih banyak pihak.
“Tujuannya memastikan investasi yang masuk mampu meninggalkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. UMKM harus tumbuh bersama dengan perusahaan besar, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi daerah. Menurutnya, UMKM memiliki posisi strategis karena mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Ia mengapresiasi langkah DPMPTSP Berau yang mempertemukan pelaku usaha dengan pemangku kepentingan investasi untuk membangun pemahaman bersama mengenai peluang kemitraan.
“UMKM memiliki potensi besar untuk naik kelas apabila mendapatkan akses, pendampingan, dan jaringan usaha yang tepat. Karena itu, kolaborasi dengan dunia investasi harus terus diperkuat,” ungkap Gamalis.
Ia juga menyebutkan bahwa capaian investasi Kabupaten Berau menunjukkan perkembangan positif. Namun, pemerintah tetap perlu mendorong sektor ekonomi lain agar tidak hanya bergantung pada satu sumber pertumbuhan.
Selama ini sektor pertambangan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau. Namun, pemerintah melihat sektor pariwisata, pertanian, perikanan, serta UMKM memiliki peluang besar untuk menjadi penopang ekonomi baru.
“Ke depan kita ingin pertumbuhan ekonomi Berau semakin beragam. Sektor-sektor produktif lainnya harus diperkuat agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Gamalis berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat membuka wawasan pelaku UMKM mengenai peluang kerja sama dengan perusahaan besar yang beroperasi di Berau.
“Pelaku UMKM harus mulai mempersiapkan diri, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki tata kelola usaha, dan membangun jejaring agar mampu masuk dalam ekosistem investasi yang berkembang,” pungkasnya. (ADV)











