gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Karang Ambun Dorong Warga Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Peluang Usaha

banner 728x250

BERAU – Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Karang Ambun. Salah satunya melalui pelatihan pemanfaatan barang bekas yang mengajak masyarakat mengubah limbah rumah tangga menjadi produk kerajinan bernilai guna.

Pelatihan yang digelar selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026, tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mempelajari cara mengolah barang yang sudah tidak terpakai agar dapat kembali dimanfaatkan dalam bentuk produk kreatif.

Sejumlah kerajinan diperkenalkan dalam kegiatan itu, mulai dari tas, toples, tempat tisu, taplak meja hingga berbagai bentuk produk lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga mendorong masyarakat melihat barang bekas dari sudut pandang berbeda.

Lurah Karang Ambun, Muliana, mengatakan pemanfaatan kembali barang bekas merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dua manfaat sekaligus, yakni membantu mengurangi timbulan sampah dan menciptakan sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

“Barang yang sudah tidak digunakan tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan sedikit kreativitas dan keterampilan, barang tersebut masih dapat diolah menjadi produk yang berguna dan bahkan bisa memiliki nilai jual,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) kepada masyarakat. Kebiasaan mengurangi penggunaan barang, menggunakan kembali benda yang masih layak, serta mendaur ulang menjadi produk baru dinilai perlu dibangun dari lingkungan keluarga.

Muliana berharap peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri setelah pelatihan berakhir. Kreativitas warga juga diharapkan terus berkembang sehingga produk yang dihasilkan memiliki bentuk dan fungsi yang semakin beragam.

“Yang paling penting setelah pelatihan ini adalah bagaimana keterampilan tersebut terus dipraktikkan. Warga bisa mengembangkan model produknya sendiri dan mulai mengenalkannya melalui media sosial, bazar ataupun berbagai kegiatan pameran,” katanya.

Baca Juga  Hetifah Dorong Operator Dapodik Dapat Pengakuan Hukum dan Peningkatan Kompetensi

Ia melihat peluang pengembangan kerajinan berbahan barang bekas cukup terbuka apabila dilakukan secara konsisten. Selain menjadi aktivitas produktif, hasil kerajinan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

“Kalau dikelola dengan baik, kegiatan seperti ini bisa berkembang menjadi usaha ekonomi produktif. Sampah berkurang, keterampilan masyarakat bertambah, dan dari hasil kreativitas itu bisa muncul sumber pendapatan baru,” tuturnya.

Lebih jauh, Muliana menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari kegiatan berskala besar. Menurutnya, perubahan dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana di rumah, seperti memilah sampah dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki fungsi.

“Gerakannya bisa dimulai dari keluarga, kemudian diterapkan di lingkungan RT dan berkembang menjadi kebiasaan bersama. Kami ingin Karang Ambun tidak hanya lebih peduli terhadap lingkungan, tetapi juga semakin kreatif, produktif dan mandiri,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI