gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Anyaman Pandan Bebanir Bangun Dipoles Jadi Produk Bernilai Ekonomi

banner 728x250

BERAU – Kerajinan anyaman pandan di Kampung Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, mulai diarahkan untuk naik kelas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong produk kerajinan masyarakat setempat tidak berhenti sebagai hasil keterampilan rumah tangga, tetapi berkembang menjadi komoditas ekonomi kreatif yang memiliki daya saing.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta pihak swasta. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari pelatihan yang sebelumnya telah diberikan kepada para pengrajin pada tahun pertama.

Pendampingan kali ini lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan pengrajin dalam menghasilkan produk yang memiliki kualitas lebih baik dan memenuhi standar pasar. Aspek kerapian, bentuk serta nilai jual menjadi bagian yang terus diperhatikan dalam proses pengembangan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan proses pembinaan tidak dapat dilakukan hanya melalui pelatihan sekali. Para pengrajin perlu mendapatkan pendampingan secara bertahap agar keterampilan yang diperoleh dapat terus berkembang.

“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan menganyam, tetapi bagaimana keterampilan itu bisa menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Karena itu, setelah pelatihan awal, pendampingannya tetap kami lanjutkan,” ujar Eva.

Pendampingan berlangsung selama sepekan, mulai 31 Agustus hingga 5 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, pengrajin mendapatkan arahan untuk menyempurnakan teknik pengolahan bahan pandan sekaligus meningkatkan kualitas hasil kerajinan.

Eva menilai anyaman pandan memiliki peluang untuk menjadi salah satu produk unggulan berbasis potensi lokal. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas agar produk mampu memenuhi selera konsumen dan bersaing ketika dipasarkan di luar Berau.

“Potensinya cukup besar karena bahan dan keterampilan dasarnya sudah dimiliki masyarakat. Tinggal bagaimana produk ini terus diperbaiki supaya tampilannya lebih menarik, pengerjaannya semakin rapi dan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan konsumen,” katanya.

Baca Juga  Isu Internal Perbankan Disorot, DPRD Berau Tekankan Perlindungan Nasabah dan Karyawan

Menurutnya, perluasan pasar menjadi salah satu target yang ingin dicapai melalui program pendampingan tersebut. Produk anyaman pandan diharapkan tidak hanya beredar di lingkungan lokal, tetapi dapat dipasarkan ke wilayah lain apabila kualitas dan pengelolaannya semakin baik.

“Harapan kami setelah pendampingan ini produknya semakin siap untuk dipasarkan. Kalau kualitasnya sudah meningkat, tentu peluang untuk membawa produk Bebanir Bangun ke pasar luar daerah akan semakin terbuka,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan kerajinan juga diharapkan mampu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat. Keberlanjutan usaha menjadi hal penting agar keterampilan yang telah dimiliki dapat terus menghasilkan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Pada akhirnya kami ingin kerajinan ini benar-benar menjadi sumber nilai tambah bagi masyarakat. Semakin baik produknya dan semakin luas pemasarannya, semakin besar pula peluang anyaman pandan memberikan dampak terhadap perekonomian warga,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI