gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Berau Perluas Basis Produksi Pangan, Ribuan Hektare Sawah Baru Disiapkan

banner 728x250

BERAU – Kabupaten Berau mulai memperkuat fondasi produksi pangan dengan menjaga lahan pertanian yang masih produktif sekaligus membuka peluang penambahan areal persawahan baru. Langkah tersebut dipandang penting untuk memastikan kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan terhadap lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menilai sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, peningkatan produksi pangan juga dipersiapkan untuk menjawab potensi pertumbuhan kebutuhan pangan di kawasan sekitar, termasuk sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan keberadaan lahan pertanian produktif harus menjadi perhatian bersama. Alih fungsi lahan yang tidak terkendali dikhawatirkan dapat mengurangi kapasitas produksi pangan daerah dalam jangka panjang.

“Lahan yang selama ini menjadi tempat produksi pangan harus kita pertahankan. Jangan sampai lahan pertanian yang masih produktif beralih fungsi sehingga nantinya kita justru kekurangan ruang untuk memproduksi pangan sendiri,” ujar Sri Juniarsih.

Menurutnya, upaya menjaga lahan pertanian juga perlu dibarengi dengan peningkatan produktivitas petani. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan berbagai kebutuhan pertanian, mulai dari benih, pupuk hingga alat dan mesin pertanian.

Sri Juniarsih menilai petani merupakan bagian penting dalam menentukan keberhasilan program ketahanan pangan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan produktivitas petani harus berjalan seiring dengan kebijakan perlindungan lahan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Petani menjadi ujung tombak produksi pangan, sehingga dukungan kepada mereka harus terus diperkuat agar hasil pertanian semakin optimal dan kebutuhan pangan daerah dapat kita siapkan sejak sekarang,” katanya.

Langkah perlindungan lahan telah dituangkan Pemkab Berau melalui Peraturan Bupati Nomor 02 Tahun 2023 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Baca Juga  Dominasi Tanpa Trofi, Timnas Indonesia Kalah Efisien dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, sekitar 5.065 hektare lahan basah dan kering mengalami alih fungsi sepanjang 2017 hingga 2023. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memperkuat perlindungan kawasan pertanian.

Saat ini, sekitar 2.311,1 hektare lahan eksisting yang berada di delapan kecamatan telah ditetapkan sebagai kawasan LP2B. Selain itu, pemerintah menyiapkan lahan cadangan seluas 8.609,61 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan.

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan perlindungan lahan tidak cukup hanya dilakukan dengan mempertahankan areal yang sudah ada. Pemerintah juga perlu menambah kapasitas produksi melalui pembukaan lahan sawah baru.

“Kalau kita hanya mempertahankan lahan yang ada, sementara kebutuhan pangan terus berkembang, tentu kapasitas produksi harus ikut ditambah. Karena itu, perlindungan lahan kami jalankan bersamaan dengan program pembukaan sawah baru,” jelas Lita.

Pada 2026, Pemkab Berau menargetkan pembukaan sekitar 2.000 hektare sawah melalui Program Cetak Sawah Rakyat dan Gerakan Tanam Padi (Gertam). Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi bersama Kementerian Pertanian dan TNI.

Sejumlah lokasi telah mulai direalisasikan, di antaranya Kampung Labanan Jaya dengan luasan 16 hektare, Buyung-Buyung di Kecamatan Tabalar seluas 70 hektare, serta Merancang seluas 23 hektare.

Lita menyebut pengembangan areal persawahan juga diarahkan menuju sistem pertanian yang lebih modern. Pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan drone, mulai didorong untuk membantu meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya.

“Pembukaan sawah baru bukan sekadar mengejar penambahan luas lahan. Kami ingin kawasan yang dikembangkan nantinya mampu menghasilkan produksi yang baik dengan dukungan teknologi dan sarana pertanian yang memadai,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara perlindungan lahan dan ekspansi areal pertanian menjadi strategi yang saling melengkapi. Lahan produktif yang sudah ada dijaga agar tidak terus menyusut, sementara lahan baru dikembangkan untuk memperbesar kapasitas produksi pangan Berau.

Baca Juga  Apel Gelar Pasukan Tandai Dimulainya Operasi Patuh Mahakam 2025 di Berau

“Dua pendekatan ini harus berjalan bersamaan. Lahan produktif kita lindungi, sementara kebutuhan tambahan lahan produksi kita jawab melalui program cetak sawah. Dengan begitu, kami berharap basis pertanian Berau semakin kuat dan produksi pangan terus meningkat,” pungkasnya. (ADV/51) 

banner 728x90
SMSI