gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Dinas Perikanan Berau Percepat Hilirisasi, Produk Olahan Laut Diproyeksikan Dongkrak Nilai Ekonomi

banner 728x250

BERAU – Dinas Perikanan Kabupaten Berau mulai mengarahkan pembangunan sektor kelautan menuju penguatan industri pengolahan hasil laut. Melalui inovasi bertajuk Program Hilir Berau, pemerintah daerah ingin mengurangi ketergantungan pada penjualan ikan segar dan mendorong lahirnya produk olahan bernilai jual tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Program tersebut merupakan proyek perubahan yang diinisiasi Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, sebagai upaya membangun rantai nilai perikanan yang lebih kuat. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan industri pengolahan, termasuk produk ikan premium dalam kemasan yang memiliki peluang lebih besar menembus pasar regional maupun nasional.

Abdul Majid menuturkan, besarnya potensi perikanan Berau belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi optimal karena sebagian besar hasil tangkapan masih dipasarkan dalam bentuk segar. Kondisi itu dinilai membuat nilai tambah dari komoditas perikanan belum dinikmati secara maksimal oleh daerah maupun para nelayan.

“Berau memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana hasil tangkapan itu tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Data Dinas Perikanan mencatat potensi produksi perikanan Berau mencapai sekitar 104.915 ton per tahun. Namun, hasil yang diolah baru sekitar 3.779 ton atau hanya 3,6 persen dari total potensi yang tersedia. Angka tersebut menunjukkan peluang pengembangan industri hilir masih sangat terbuka.

Menurut Abdul Majid, hilirisasi menjadi langkah penting agar sektor perikanan tidak hanya bergantung pada volume produksi, tetapi juga mampu menciptakan produk yang memiliki daya saing tinggi di pasar.

“Kami ingin membangun ekosistem industri perikanan yang lebih lengkap, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran. Dengan begitu manfaat ekonominya akan dirasakan lebih luas oleh nelayan, pelaku UMKM, hingga masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Madri Pani Mundur dari Partai Nasdem, Ingin Beri Kesempatan Generasi Muda

Program Hilir Berau juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan hasil laut. Berdasarkan proyeksi yang disusun, nilai ekonomi produk perikanan dapat meningkat hingga 3,62 kali lipat atau sekitar 262 persen dibandingkan jika hanya dipasarkan dalam bentuk ikan segar.

Selain itu, rata-rata omzet UMKM pengolahan ikan diperkirakan meningkat dari sekitar Rp8 juta menjadi Rp29 juta per bulan, seiring bertambahnya variasi produk dan akses pasar.

Inovasi tersebut mendapat dukungan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy. Ia menilai arah kebijakan yang diambil Dinas Perikanan Berau sudah tepat sebagai fondasi membangun industri perikanan yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Fokus pada hilirisasi merupakan langkah strategis. Program ini harus terus dikembangkan dan diwujudkan secara konsisten agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar proyek jangka pendek,” pungkasnya. (ADV/18) 

banner 728x90
SMSI