gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Disbudpar Berau Petakan Agenda Budaya Kampung, Siapkan Festival Lokal Tembus Kancah Nasional

banner 728x250

BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mulai menyusun peta penyelenggaraan berbagai festival budaya yang tersebar di kampung-kampung sebagai langkah memperkuat pelestarian tradisi sekaligus mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya.

Inventarisasi tersebut dilakukan untuk menghimpun seluruh agenda budaya yang rutin dilaksanakan masyarakat. Data yang terkumpul nantinya menjadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun pola pembinaan, promosi, hingga pengembangan setiap festival agar memiliki daya tarik lebih besar bagi wisatawan.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan setiap kampung di Berau memiliki kekayaan tradisi yang patut dijaga keberlangsungannya. Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh kegiatan budaya tersebut terdokumentasi dengan baik dan memperoleh dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah mendata seluruh agenda budaya di setiap kampung. Dari pemetaan itu kami bisa melihat event mana yang sudah berkembang dan mana yang masih membutuhkan pendampingan agar penyelenggaraannya semakin berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah tradisi yang telah dikenal masyarakat, seperti Bukudung Betiung, Neppa Pade, hingga Abutta Banua, menjadi bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal. Keberadaan tradisi tersebut dinilai penting untuk terus dipertahankan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Yudha menjelaskan, meskipun beberapa tradisi memiliki makna yang serupa, setiap daerah tetap memiliki tata cara pelaksanaan yang berbeda sesuai adat istiadat yang diwariskan turun-temurun.

“Pada dasarnya tradisi itu sama-sama menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen. Namun setiap kampung mempunyai prosesi dan ciri khas tersendiri. Misalnya Bukudung Betiung yang penyelenggaraannya lebih besar dan sudah menjadi agenda tahunan,” katanya.

Selain melakukan pendataan, Disbudpar juga ingin terlibat sejak tahap perencanaan setiap festival. Dengan demikian, koordinasi antarpenyelenggara, promosi kegiatan, hingga dukungan teknis dari pemerintah dapat dipersiapkan lebih matang.

Baca Juga  Apel Gelar Pasukan Tandai Dimulainya Operasi Patuh Mahakam 2025 di Berau

“Kalau jadwal kegiatan sudah kami ketahui lebih awal, maka promosi bisa disusun sejak jauh hari. Pendampingan kepada panitia juga akan lebih optimal sehingga gaung festival dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.

Di sisi lain, Disbudpar juga tengah mempersiapkan Festival Bukudung Betiung untuk mengikuti tahapan seleksi menuju Kharisma Event Nusantara (KEN). Sebelum bersaing di tingkat nasional, festival tersebut terlebih dahulu akan diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari proses penilaian.

“Harapan kami Bukudung Betiung dapat lolos menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara. Jika berhasil, peluang promosi budaya Berau di tingkat nasional akan semakin terbuka, sekaligus memperbesar kesempatan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi,” tutupnya. (ADV/19)

banner 728x90
SMSI