BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tetap berupaya menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Salah satu langkah yang terus dijalankan ialah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di sejumlah wilayah.
Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam dampak perubahan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran.
Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengungkapkan pelaksanaan GPM sepanjang 2026 telah menjangkau beberapa wilayah. Intensitas kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing lokasi.
Sejumlah pelaksanaan di antaranya berlangsung tiga kali di Kecamatan Tanjung Redeb, dua kali di Gunung Tabur, serta masing-masing satu kali di Teluk Bayur, Kampung Bukit Makmur Jaya, Kecamatan Biatan, dan Kampung Sumber Mulya.
“Pelaksanaan GPM sudah kami lakukan di beberapa titik dengan frekuensi yang berbeda. Tanjung Redeb menjadi lokasi dengan pelaksanaan terbanyak, kemudian Gunung Tabur, sementara sejumlah kampung dan kecamatan lainnya juga telah mendapat kegiatan serupa,” ujar Tenteram.
Menurutnya, kehadiran GPM tidak hanya berorientasi pada penjualan bahan pangan dengan harga lebih rendah. Program tersebut juga menjadi upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki alternatif memperoleh kebutuhan pokok ketika harga komoditas mengalami perubahan.
Namun, rencana memperluas pelaksanaan GPM masih harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Termasuk agenda yang kemungkinan digelar bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau.
Tenteram mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran operasional untuk mobilisasi ke lapangan.
“Kami tentu ingin kegiatan tetap berjalan, termasuk jika ada momentum Hari Jadi Berau. Tetapi keputusan akhirnya harus melihat kemampuan anggaran karena saat ini ada kebijakan efisiensi yang juga perlu kami ikuti,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Dinas Pangan harus lebih selektif dalam menentukan lokasi maupun agenda GPM. Prioritas diarahkan agar kegiatan yang dilaksanakan tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Meski terdapat keterbatasan dari sisi operasional, upaya menjaga stabilitas pangan disebut tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Program akan terus disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta kondisi kebutuhan pangan masyarakat.
“Kami akan tetap berupaya menjalankan program sesuai kemampuan yang ada. Harapannya, GPM bisa membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat sekaligus ikut menjaga keseimbangan pasokan dan harga di daerah,” pungkasnya. (ADV/47)











