BERAU – Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menyoroti serius persoalan ketimpangan akses listrik di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Berau.
Ia mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik agar masyarakat di pelosok juga dapat menikmati manfaat energi secara merata.
Menurut Rahman, listrik bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan salah satu fondasi utama dalam mendukung pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Listrik dan internet sudah menjadi kebutuhan dasar keseharian kita. Sudah selayaknya akses tersebut tersedia merata di seluruh wilayah Berau,” tegasnya.
Ia menjelaskan, hingga kini masih terdapat beberapa kampung terpencil yang belum teraliri listrik secara optimal. Kondisi ini membuat kesenjangan pembangunan antarwilayah semakin terasa.
Padahal, akses energi merupakan kunci dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat lokal.
“Penerangan di pedalaman bukan hanya soal lampu yang menyala, tetapi juga harapan masyarakat yang ikut hidup,” ujarnya.
Rahman menilai, kehadiran listrik dapat menciptakan efek domino yang positif mendorong kegiatan usaha kecil, meningkatkan pelayanan publik, serta membuka peluang bagi generasi muda untuk mengakses pendidikan dan teknologi secara lebih luas.
Di sisi lain, Rahman memberikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) atas pelaksanaan program Light Up The Dream (LUTD), yang telah memberikan sambungan listrik gratis kepada 234 warga penerima manfaat di Kabupaten Berau.
Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam memperkecil kesenjangan energi.
“Program ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah bersama PLN untuk memperkecil kesenjangan energi antara wilayah kota dan pedesaan,” ujarnya.
Rahman berharap agar program LUTD terus diperluas sehingga seluruh masyarakat Berau dapat merasakan manfaat listrik tanpa terkecuali.
“Pemerataan energi tidak boleh hanya menjadi slogan. Jangan sampai masih ada warga Berau yang hidup dalam kegelapan, sementara potensi daerah ini begitu besar,” pungkasnya. (ADV/Zahra/Redaksi)











