gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

DPRD Berau Minta Pemerintah Siaga Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem dan Pasang Air Laut

Ilustrasi Cuaca Ekstrem (ist)
banner 728x250

BERAU – Kabupaten Berau kembali dihadapkan pada ancaman cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi beberapa waktu di Kabupaten Berau.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir dapat mencapai 2,8 meter, disertai curah hujan tinggi dan potensi bencana hidrometeorologi.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif agar dampak yang mungkin timbul dapat diminimalkan.

“Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi, karena kita tahu ramalan cuaca bisa berubah. Tapi yang paling penting adalah tetap waspada dan berdoa agar terhindar dari bencana,” ujarnya.

Saga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat, terutama di kawasan pesisir dan dataran rendah yang berisiko tinggi terdampak pasang air laut.

Menurutnya, penyebaran informasi harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh melalui jalur pemerintahan di tingkat kecamatan, kampung, hingga RT.

“Melalui kecamatan, kepala kampung, dan RT, pemerintah harus bisa menyampaikan informasi secara cepat agar warga siap dan berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem,” tegasnya.

Politisi yang dikenal aktif memantau isu kebencanaan itu juga meminta agar tim tanggap darurat disiagakan di wilayah rawan banjir, longsor, dan pesisir pantai. Dengan kesiapan yang matang, potensi kerugian baik materiil maupun korban jiwa dapat ditekan sejak awal.

Sementara itu, Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi mulai terpantau sejak Jumat dini hari sekitar pukul 05.00 WITA hingga beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data di Bandara Kalimarau, curah hujan mencapai lebih dari 100 milimeter dalam sehari.

“Dengan kondisi ini, potensi bencana hidrometeorologi cukup tinggi, seperti banjir, genangan air, pohon tumbang, hingga tanah longsor di sejumlah titik rawan,” jelasnya.

Baca Juga  Dorong Penguatan Identitas Daerah, Sutami Minta Pemerintah Fokus Kembangkan Ekosistem Tari Berau

Ade mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan resmi dari BMKG dan terus memantau perkembangan cuaca.

“Hujan ekstrem dapat menyebabkan jalan licin, genangan air, serta mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran,” tandasnya. (ADV/Zahra/Redaksi) 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SMSI